Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim

DPK Kaltim Gandeng Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung Demi Diorama Sejarah

327
×

DPK Kaltim Gandeng Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung Demi Diorama Sejarah

Sebarkan artikel ini
diorama sejarah

Salah Satu Contoh Diorama Sejarah. (ISTIMEWA)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) direncanakan bekerjasama dengan seluruh Kesultanan yang ada di Kaltim. DPK Kaltim akan mengumpulkan dokumen sejarah yang dimiliki kesultanan sebagai arsip Pemprov.

Pengumpulan dokumen sejarah tersebut tidak hanya sebagai arsip semata, tetapi DPK Kaltim akan menyajikannya berbentuk diorama sejarah yang bisa dilihat oleh masyarakat luas. Hal ini guna meningkatkan literasi sejarah di Kaltim dan mampu memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat.

Kepala DPK Kaltim melalui Plt Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Daerah kaltim, Patimah mengungkapkan, pihaknya tengah berkomunikasi dan kerjasama bersama seluruh Kesultanan. Salah satu diantaranya yang memberikan lampu hijau ialah Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sembaliung.

“Kami sudah beberapa kali bersilaturahmi kepada pihak Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Alhamdulillah niat kami mendapat restu dari pihak Kesultanan untuk mendokumentasikan ulang koleksi dokumen sejarah penting yang dimiliki oleh pihak kesultanan,”ungkapnya.

Pihaknya sedang melakukan penyusunan jadwal untuk kembali bertemu dengan dua kesultanan tersebut. Dua kesultanan tersebut memberikan restu untuk mengalihmediakan dokumen sejarah mereka dalam bentuk buku digital atau CD.

Proses pengalihmediakan ini memang memakan waktu yang tidak sebentar. Apalagi pihak kesultanan tidak mengizinkan dokumen tersebut untuk dibawa ke Kota samarinda, sehingga pihaknyalah yang datang ke sana untuk proses tersebut.

“Kami sudah menjadwalkan untuk silaturahmi selanjutnya di tahun ini juga. Kalau untuk dokumen seperti mungkin buku-buku kan tidak karena jumlahnya di sana juga terbatas dan itu memang koleksi milik kesultanan, jadi diberikan izin untuk mengalih mediakan koleksi dokumen sejarah ke dalam bentuk CD,”pungkasnya.(adv/FD/DPKKaltim34)