Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi KaltimPPU

Fajri Al Faroby Nilai Anak Muda Berpeluang Membangun Potensi Ekonomi Dan Infrastruktur Di IKN

354
×

Fajri Al Faroby Nilai Anak Muda Berpeluang Membangun Potensi Ekonomi Dan Infrastruktur Di IKN

Sebarkan artikel ini

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Fajri Al Faroby.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, PPU – Generasi muda menjadi peluang paling berpotensi untuk membangun Daerah Kaltim menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pasalnya, berbagai inovatif baru, sangat dibutuhkan apabila di bangun pola komunikasi yang baik kepada stakeholder terkait. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama, Fajri Al Faroby.

Ia berpendapat, anak muda dapat menjadi penggagas dan kontributif, untuk membangun peluang potensi infrastruktur daerah Kaltim. Tak terkecuali, peluang ekonomi hingga ide cemerlang lainnya. Dapat tercipta, apabila anak muda berani berbicara kepada pemangku kebijakan. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

“Kita tadi melihat dari Samboja sampai ke titik nol IKN ini, banyak potensi yang dapat digarap oleh anak muda. Bagaimana Ia masuk melalui potensi ekonominya atau peluang pembangunan infrastruktur,” tutur pria yang juga menjabat Sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Kaltim, Senin (29/8/2022) siang.

“Anak muda hari ini tak perlu takut, tak perlu malu. Jika punya ide atau potensi yang dapat digarap, ngobrol saja kepada pemangku kepentingan,” ucapnya.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Roby ini, juga menyinggung keterlibatan hubungan umat beragama dan kesukuan di Kaltim, merupakan kunci utama mensukseskan IKN Nusantara ke depannya. Terlebih, Ia menilai Kaltim merupakan daerah percontohan atas hubungan kerukunan beragama dan kesukuan yang paling kondusif di Indonesia.

Ketua Pelita Kaltim, Dirham.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

“Kaltim ini menjadi prototipe bagi Indonesia dalam pembahasan kerukunan beragama, ini tak bisa diabaikan begitu saja. Hal tersebut juga membantu percepatan pembangunan IKN,” ungkap Koodinator Pelita ini.

Roby berharap, hubungan umat beragama dan kesukuan harus menjadi fokus utama pemerintah dalam menciptakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga, khususnya Daerah Kaltim, dapat membantu keberlangsungannya proses IKN Nusantara saat ini.

“Saya pikir ini juga harus dipikirkan oleh negara, dalam hal ini Presiden RI. Ini dapat membantu kita dalam percepatan pembangunan dan dapat memberikan manfaar bagi masyarakat Kaltim,” tandasnya.(Wan)