Kelompok KKN UINSI Samarinda Desa Gas Alam. (MFA/TimesKaltim)
Timeskaltim.com, Kutai Kartanegara – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, melakukan pelepasan terhadap Mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai daerah di Kalimantan Timur, Pada Sabtu (23/7/ 2022).
Salah satu kelompok KKN tersebut, menyelenggarakan KKN di Desa Gas Alam Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Mereka ditugaskan untuk terjun langsung masyarakat, sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi.
Redaksi media ini, berkesempatan untuk mengunjungi kelompok KKN tersebut, disebutkan oleh Nadya Yolanda selaku sekretaris Kelompok mengatakan, bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendampingan terhadap beberapa program desa, salah satunya yakni perayaan Hari Anak Nasional.
“Ada pun program kerja yang sudah terlaksana adalah merayakan hari anak nasional. Dalam rangka memperingati hari anak nasional ini, desa ini merayakannya dengan lomba game outbound. Yang terdiri dari beberapa permainan seperti : bakiak, mengisi paralon bocor dengan air, estafet bola, sumpit caca dan masih banyak lagi lainnya,” ungkapnya.
“Peserta yang berpartisipasi pada lomba ini berjumlah kurang lebih 300 siswa/i mulai dari paud sampai sd berusia 5 sampai 9 tahun dari kecamatan muara badak,” tambahnya.
Pada kegiatan ini, pihaknya juga bekerja sama dengan kelompok KKN dari Universitas lain. Hal ini dikatakan Yolanda, untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Meski begitu, pihaknya juga turut melibatkan aparatur desa dan unsur kepemudaan di Desa Gas Alam.
“Hari anak nasional ini juga melibatkan beberapa pihak setempat di desa muara badak untuk mendukung adanya kegiatan ini agar berjalan dengan baik. Pihak setempat seperti kepala desa muara badak, dpr muara badak, karang taruna, ppmb, bakti husada dan berbagai pihak lainnya,” paparnya.
Dengan adanya agenda ini, Yolanda berharap dapat mengedukasi anak-anak yang ada di Desa Gas Alam, khususnya dalam pengembangan motoriknya.
“Kegiatan ini, dilakukan untuk membuat anak mampu berkomunikasi dengan baik dan bisa dimengerti dengan sempurna oleh teman satu kelompoknya. Dan juga dapat meningkatkan motorik halus dan kasar pada anak usia dini yang berusia 5-9 tahun,” pungkasnya. (MFA)










