Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialBusinessDiskominfo Provinsi KaltimSamarinda

Gelaran Festival Bubuhan Samarinda Resmi Ditutup, Jumlah Transaksi Capai Rp 3,6 Milyar  

358
×

Gelaran Festival Bubuhan Samarinda Resmi Ditutup, Jumlah Transaksi Capai Rp 3,6 Milyar  

Sebarkan artikel ini

Sugeng Chairuddin asisten II Setdakot Samarinda bersama Ketua Dekranasda Samarinda Rinda Wahyuni saat melakukan Closing Ceremony. (MFA/timeskaltim )

Timeskaltim.com,Samarinda – Gelaran Festivasl Bubuhan Samarinda yang dilaksanakan di halaman parkir Gor Segiri Samarinda, Resmi ditutup. Acara ini ditutup langsung oleh Asisten II Setdakot Samarinda Sugeng Chairuddin bersama dengan Ketua Dekranasda Kota Samarinda Rinda Wahyuni, pada Selasa (26/7/2022) sore.

Diketahui gelaran festival ini, dirangkai dengan berbagai kegiatan, meliputi pameran multi produk UMKM, kuliner produk lokal Samarinda, Tarian Daerah, pagelaran dongeng, zumba hingga parade band.

Dijelaskan Sugeng, bahwa pihak Pemkot Samarinda sangat mengapresiasi festival ini, apalagi semangatnya untuk membangkitkan UMKM yang sempat terpuruk akibat Pandemi selama dua tahun terakhir. Menurut panita pelaksana, jumlah transaksi selama sepekan di gelarnya festival ini mencapai 3,6 Milyar rupiah.

“Seperti yang saya sampaikan, faktanya di masa pandemi UMKM itu tetap kuat jadi berapa persen saja yang mengalami kebangkrutan sedangkan yang lain meskipun susah untuk berkembang namun tetap bertahan,” ungkap Sugeng di hadapan awak media.

Menurutnya, di masa relaksasi saat ini merupakan momentum yang tepat untuk Pemerintah Kota untuk terus mendorong terselenggaranya kegiatan-kegiatan yang bersifat promosi, sehingga UMKM dapat unjuk gigi dalam setiap gelaran festival yang ada.

Bahkan, dikatakan Sugeng, Pemkot Samarinda telah menargetkan, dalam kurun waktu satu tahun harus terselenggara event bertajuk bazar dan pameran sebanyak 36 kali, sehingga dalam sebulan wajib terselenggara sebanyak 3 kali. 

“Apalagi di masa relaksasi ini dengan melihat itu maka pemerintah kota melakukan tindakan-tindakan yang memang seharusnya dilakukan yakni dengan mendorong bagaimana umkm kita bisa bangkit,” terangnya.

“Salah satunya dengan penyelenggaraan event seperti ini dan event seperti ini dilakukan 36 kali dalam setahun yang kita bagi tiap-tiap opd, jadi sebulan ada tiga kali gelaran,” tambahnya.

Pihak Pemkot Samarinda pun terus berkomitmen, untuk terus mendorong UMKM dapat bertahan dan terus berkembang di masa relaksasi ini. Salah satu caranya, menurut Sugeng ialah dengan melibatkan lima unsur penting, yakni Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Media massa dan akademisi.

Ketika seluruh unsur tersebut terlibat aktif, maka tujuan yang ingin dicapai yakni kebangkitan UMKM dalam rangka mendukung percepatan ekonomi di Kota Tepian bakal terwujud.

“Jadi benar-benar kita dorong UMKM terus dan kita harus merubah pola pikir kita bukan hanya dicekoki tapi benar2 dibangkitkan dengan keterlibatan pemerintah, swasta, masyarakat, media massa dan akademisi,” pungkasnya. (MFA/adv/KominfoKaltim)