Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi KaltimPPU

Dinkes Kaltim Soroti Kasus Malaria Tertinggi di PPU

1248
×

Dinkes Kaltim Soroti Kasus Malaria Tertinggi di PPU

Sebarkan artikel ini

Plt Kepala Dinkes Kaltim, Setyo Budi Basuki.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim menyoroti tingginya kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 382 kasus tercatat menjadi angka tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim. Disusul Kabupaten Paser sebanyak 240 kasus dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebanyak 114 kasus.

Menurut Plt Kepala Dinkes Kaltim, Setyo Budi Basuki, terus memantau dan menekan angka penyakit yang berasal dari nyamuk Anopheles tersebut.

“Malaria berasal dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi Parasit Plasomodium Jika nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut mengigit ke manusia, maka parasit tersebut ditransfer ke tubuh manusia. Membuat manusia tersebut menderita penyakit malaria,” ujar Setyo Budi Basuki saat ditemui Jumat (15/7/2022) siang.

Dinkes Kaltim saat ini menargetkan pada 2026 Kaltim bisa terbebas dari malaria. Namun, dalam upaya antisipasi malaria, Dinas Kesehatan Kaltim menghadapi kendala.

Antara lain seperti yang terjadi di Kutim dan Penajam Paser Utara. Di dua wilayah tersebut terdapat hutan tanaman produksi yang rawan penyakit malaria.

Sementara di kawasan tersebut terdapat kegiatan perhutanan yang membutuhkan tenaga kerja atau orang. Akibatnya, potensi terjadinya kasus penyakit malaria cukup tinggi di area hutan produksi.

Menurut Setyo Budi Basuki, yang rentan menderita malaria adalah mereka yang bersentuhan dengan habitat malaria atau bisa dikatakan perambah hutan.

“Daerah atau kawasan hutan itu memang ada nyamuk Anopheles. Sebetulnya jika nyamuk Anopheles di sana tidak mengigit orang yang berplasmodium, nyamuknya tidak apa-apa. Digigit saja juga tidak apa-apa,” ujar Setyo Budi Basuki.

Meski begitu, Setyo Budi Basuki menerangkan Dinkes Kaltim telah banyak berupaya untuk menekan kasus penyakit malaria di Kaltim.

Antara lain dengan melakukan sosialisasi tata cara menghindari gigitan nyamuk di kawasan endemis. Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah membagikan secara rutin larvasida untuk mematikan jentik nyamuk.

“Masyarakat yang berada pada daerah endemis, tidurnya harus dilindungi. Maka kami membagikan kelambu. Kami juga secara berkala memberikan larvasida untuk mematikan jentik-jentik nyamuknya itu,” pungkasnya.(Wan/ADV/Kominfokaltim)