Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
KukarNews

Siswo Cahyono Imbau Agar Masyarakat Kukar Atur Jadwal Mudik Dengan Bijak

426
×

Siswo Cahyono Imbau Agar Masyarakat Kukar Atur Jadwal Mudik Dengan Bijak

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua DPRD Kukar, Siswo Cahyono.(Ist)

Timeskaltim.com, Kukar – Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Siswo Cahyono mengimbau, agar masyarakat yang akan melakukan mudik untuk dapat menentukan jadwal kepergian dengan bijak. Mengingat, puncak arus mudik Lebaran diprediksi akan terjadi pada 28-30 April 2022 mendatang.

Pada periode mudik Lebaran tersebut, diperkirakan terjadi kemacetan parah jika tidak ada rekayasa lalu lintas. Diketahui estimasi kendaraan akan berjumlah lebih dari 20 juta kendaraan akan melewati jalur darat. Sehingga, kemungkinan terjadi kemacetan pada periode 28-30 April 2022.

“Yang berat memang adalah yang mudik yang lewat darat, ada 23 juta mobil yang akan mudik, akan ada 17 juta sepeda motor yang akan mudik,” ucap Politisi Partai PKB itu saat ditemui wartawan Timeskaltim.com, Selasa (26/4/2022) siang.

Ia mengingatkan jumlah akan kembali melonjak, untuk itu masyarakat Kukar harus memahami manajemen traffic dan lalu lintas. Sehingga dapat disiapkan secara matang. Agar antisipasi kemacetan dapat diminimalisir.

“Angka-angka ini bukan angka-angka yang kecil. Sehingga saya ingatkan, sudah tiga kali kita Ratas-kan untuk manajemen lalu lintas, manajemen traffic-nya betul-betul disiapkan,” kata legislator asal Dapil Tenggarong ini.

“Karena yang saya takutkan di tanggal 28, 29, 30 April 2022 itu akan macet total, kalau tidak ada rekayasa lalu lintas,” tambahnya.

Meski demikian, sudah ada beberapa upaya yang disiapkan untuk mencegah kemacetan saat mudik Lebaran.

Untuk itu, pria yang akrab disapa Siswo ini, mengajak masyarakat Kukar untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran lebih awal.

“Oleh sebab itu, saya mengajak masyarakat untuk mudik yang memakai mobil, lebih awal daripada nanti macet. Lebih awal mudiknya, yang lewat darat dan pakai mobil,” jelasnya.

“Karena betul-betul angka 23 juta itu bukan angka kecil, 23 juta mobil (dan) 17 juta sepeda motor bukan angka kecil,” tambahnya.

Adapun untuk mudik melalui jalur angkutan umum, kata Siswo, masih ada ruang yang lebih longgar. Karena regulasi yang diterapkan tak lagi ketat seperti tahun sebelumnya.

“Kami mengharapkan Prokes terus dijalankan, jangan sampai itu membuat kita lengah, dan kembali naik pandemi itu,” tutupnya.(Wan)