Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialPariwaraSamarinda

Gubernur Kaltim Imbau Masyarakat Antisipasi Potensi Lonjakan Pandemi Jelang Mudik Lebaran 

264
×

Gubernur Kaltim Imbau Masyarakat Antisipasi Potensi Lonjakan Pandemi Jelang Mudik Lebaran 

Sebarkan artikel ini

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda,  Selasa (19/4/2022) pukul 15.00 Wita.(Topan Setiawan/Timeskaltim.com)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kepolisian Daerah (Polda) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaltim) sukses menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, kesiapan menghadapi Lebaran Idul Fitri 2022 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Pada Rabu, (20/4/2022) sore.

Dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol, Imam Sugianto didampingi Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi dan tentu saja Gubernur Kaltim Isran Noor, mengimbau masyarakat agar lebih awal melaksanakan mudik.

Turut hadir pula, seluruh unsur forum komunikasi daerah (forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur hadir guna membahas antisipasi lonjakan COVID-19 saat mudik lebaran tahun 2022.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim, Isran Noor sendiri meminta semua leading sektor yang hadir bisa berkoordinasi guna bersama-sama melakukan langkah-langkah jitu agar meredam lonjakan COVID-19.

Isran mengingatkan,  dalam dua tahun terakhir masyarakat sudah tidak melakukan mudik. Kebiasaan kita melaksanalan mudik lebaran. Ditahan 2 tahun saja itu masih bocor, apalagi dilemaskan (longgarkan),” sebut Gubernur Isran Noor.

Bahkan secara khusus Isran Noor meminta OPD terkait yaitu Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP ikut berpartisipasi dalam kondisi keamanan dan ketertiban saat lebaran di Kaltim.

“Kita tidak berharap naik ( COVID-19), kemarin kepala pelaksana BPBD ingin membuat kegiatan tes COVID-19 acak dari pulang mudik ke Kaltim diperiksa acak. Supaya tahu, bagus itu, antisipasi kemungkinan terjadi,” ungkapnya.

Isran menjelaskan, bagaimana pun, kasus COVID-19 yang kini turun sangat signifikan bukan berarti masyarakat mengubah kebiasaan. Sehinggah, tingkat kewasdapaan harus tetap diterapkan kepada masyarakat.

“Tidak boleh lalai, harus kita antisipasi dengan berbagai cara,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kaltim ini, juga menyinggung beberapa waktu lalu kemarin ketika dilakukan Rakor penanggulangan COVID-19 luar Jawa-Bali, yang dipimpin oleh Menko Perekonomian bahwa, terbit keputusan tidak boleh bepergian keluar negeri.

Sehingga, Gubernur Kaltim, Isran Noor juga mengingatkan agar masyarakat Kaltim tidak bepergian ke luar Indonesia, termasuk kepada seluruh peserta Rakor yang hadir.

Kata dia, lebaran ini tidak boleh keluar negeri, karena beberapa negara masih ada peningkatan pandemi kembali.

Misalnya di Shanghai, China, dilarang semua, untuk antisipasi, tidak disitu saja, tapi keseluruhan negara.

“Jadi tetap diantisipasi dengan kehati-hatian,” beber Isran Noor.

Kemudian, Isran Noor juga berpesan, dua tahun terakhir masyarakat yang tidak mudik pada lebaran setelah COVID-19 melanda, sudah terlalu jenuh dan terkungkung menahan agar tidak bepergian.

“Biasanya orang kalau mau balas dendam itu banyak lupa untuk melaksanakan aktivitasnya,” pesannya.

Sementara itu, dalam konferensi pers Kapolda Kaltim Irjen Pol, Imam Sugianto menambahkan, akan membangun 51 pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik.

“Mudik tahun ini akan sangat masif, dari hasil survei Kementrian Perhubungan akan ada 80 juta manusia yang akan  mudik,” ucapnya.

“Ada 62 persen pergerakan kendaraan mobil dari arah barat ke timur. Khususnya di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali,” sambungnya.

Irjen Pol Imam menguraikan,  meski banyak orang yang akan  mudik dari luar Kalimantan maupun sebaliknya, namun persentasenya masih dalam batas wajar.

“Walaupun banyak orang yang akan mudik dari luar Kalimantan maupun dari Kalimantan ke luar daerah, akan tetapi persentase nya tidak terlalu signifikan. Tidak seperti daerah lain,” ungkapnya.(Adv/Wan)