Timeskaltim.com, Kutai Kartanegara – Kerusakan turap di tepi anak Sungai Mahakam, kawasan Taman Musik Tenggarong, mendorong Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, meminta evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan tersebut.
Yani meninjau langsung lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar pada Selasa (03/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan standar teknis.
Ia meminta Dinas PU mengkaji kekuatan struktur yang ada sebelum memutuskan apakah bangunan masih dapat dipertahankan atau perlu diganti dengan konstruksi baru.
“Kami dari DPRD memastikan bahwa ini harus dikaji kembali. Apakah struktur yang ada masih bisa dipertahankan atau memang harus diganti dengan konstruksi yang baru. Itu perlu dihitung terlebih dahulu, karena kondisi saat ini sudah tidak mencerminkan standar teknis yang semestinya,” ujar pria yang akrab disapa Yani tersebut.
Diketahui, pembangunan Taman Musik Tenggarong menelan anggaran keseluruhan sekitar Rp37,14 miliar. Menurut Yani, nilai investasi tersebut harus diimbangi dengan kualitas konstruksi yang mampu menjamin keamanan dan ketahanan bangunan.
Ia menyebutkan, sejumlah bagian konstruksi terlihat tidak lagi sejajar dan mengalami kerusakan. Karena itu, metode perbaikan harus ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis, bukan sekadar menambal bagian yang terdampak.
Meski demikian, pekerjaan pada bagian yang masih memungkinkan untuk diperbaiki dapat tetap dilanjutkan tanpa harus menghentikan seluruh penanganan kawasan tersebut.
“Bagian yang masih memungkinkan untuk diperbaiki bisa dikerjakan. Kondisinya juga tidak terlalu parah, sehingga mungkin hanya sebagian yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Politisi PDIP itu juga mengusulkan penggunaan material batu yang saling mengunci sebagai alternatif konstruksi untuk memperkuat bagian tepi sungai. Menurutnya, penanganan harus direncanakan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kerusakan baru.
“Daripada menggunakan konstruksi seperti ini, lebih baik sekalian menggunakan batu yang bisa dikunci agar konstruksinya lebih kuat dan kokoh,” pungkasnya. (Adv/By)













