Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Perkuat Kabinet Merah Putih, Menteri Agus Andrianto Lantik Hendarsam Marantoko Jadi Dirjen Imigrasi

4
×

Perkuat Kabinet Merah Putih, Menteri Agus Andrianto Lantik Hendarsam Marantoko Jadi Dirjen Imigrasi

Sebarkan artikel ini
Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum resmi dilantik.(Dok)

Timeskaltim.com, Jakarta – Gerbong kepemimpinan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi berganti nakhoda. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, secara resmi melantik dua Pimpinan Tinggi Madya untuk memperkuat akselerasi kinerja instansi di bawah naungan Kabinet Merah Putih, Rabu (1/4/2026) kemarin.

Dua sosok yang diambil sumpah jabatannya adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.

Momen ini juga dirangkai dengan serah terima jabatan dari Brigjen Pol. Yuldi Yusman, yang telah mendedikasikan diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi selama setahun terakhir, kepada Hendarsam Marantoko.

Dalam arahannya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa amanah ini merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menuntut agar pimpinan baru menjadi representasi profesionalisme dan etika kerja yang tinggi.

“Ingat, anggaran yang membiayai operasional kita adalah uang rakyat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus berorientasi pada kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Agus di hadapan jajarannya.

Prosesi pelantikan ini juga diwarnai dengan pesan filosofis yang menyentuh nurani para pejabat. Menteri Agus mengajak seluruh jajaran Kemenimipas untuk melepaskan diri dari sekadar rutinitas birokrasi dan mulai berfokus pada warisan kebaikan yang bisa ditinggalkan.

“Setiap saat adalah baru, dan sisa perjalanan kita haruslah membawa manfaat. Jangan hanya kelihatan hidup, tetapi harus benar-benar ‘hidup’ dengan memberikan makna bagi institusi dan negara,” tuturnya puitis.

Kepada Hendarsam Marantoko, Menteri Agus menginstruksikan agar 15 Program Aksi Kemenimipas dijadikan rujukan utama dalam memperkuat sistem keimigrasian tanah air.

Ia berharap di bawah nakhoda baru, Imigrasi mampu memberikan pelayanan prima yang melampaui ekspektasi publik.

Sementara bagi Iwan Santoso, Agus menekankan bahwa peran Staf Ahli adalah fungsi vital, bukan seremonial.

“Saudara harus menjadi radar sekaligus kompas bagi saya dalam merumuskan kebijakan yang strategis dan krusial,” imbuhnya.

Menutup prosesi tersebut, Menteri Agus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Brigjen Pol.

Yuldi Yusman atas capaian positif selama masa transisi. Ia berharap seluruh insan Kemenimipas tetap menjaga soliditas dan komunikasi sebagai satu kesatuan pohon besar yang mengayomi masyarakat hingga purnatugas.(*/Wan)