Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Dihantam Arus Deras, KM Dahlia F3 Karam di Perairan Ulak Besar

3
×

Dihantam Arus Deras, KM Dahlia F3 Karam di Perairan Ulak Besar

Sebarkan artikel ini
Proses penyelamatan Kapal KM. Taksi DAHLIYA F3 tenggelam di perairan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Insiden laka air kembali terjadi di Sungai Mahakam. Kapal penumpang KM Dahlia F3 tenggelam di alur Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (12/02/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, membenarkan peristiwa tersebut. Kapal taksi penumpang rute Samarinda–Long Bagun itu karam saat melintasi perairan berarus deras.

Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 42 orang, terdiri dari 30 penumpang dewasa, 6 anak-anak, 1 nahkoda, dan 6 anak buah kapal (ABK).

Namun fakta di lapangan menunjukkan jumlah keseluruhan orang di atas kapal mencapai 52 orang, yakni 42 penumpang dan 10 kru kapal, sehingga terdapat selisih 10 orang dari data awal.

Wijaya menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Wahyudi selaku nahkoda cadangan yang sempat mengemudikan kapal sebelum tenggelam, peristiwa bermula saat kapal melaju dalam posisi lurus di kawasan arus deras Ulak Besar.

“Diduga terjadi pergeseran titik berat akibat beban muatan yang berlebihan dan tidak seimbang. Kapal sempat berputar tidak terkendali, kemudian kembali lurus namun langsung oleng ke kanan hingga air masuk ke lambung kapal dan akhirnya karam,” jelas IPTU Gede Wijaya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang, nahkoda, dan ABK berhasil menyelamatkan diri dan saat ini berada di kediaman Camat Muara Kaman.

Namun, sebanyak empat penumpang sempat dilarikan ke UPTD Puskesmas Muara Kaman untuk mendapatkan penanganan medis. Tiga orang dilaporkan mengalami shock dan satu orang dalam kondisi kedinginan.

Akibat insiden tersebut, kerugian materiel diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1,5 miliar. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan lanjutan serta penyelidikan lebih lanjut terkait ketidaksesuaian jumlah penumpang dengan data manifes. (Rob/Pii)

Penulis: Roby SugiartoEditor: Vivi Jumratun