Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Dishub Kukar Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Persimpangan Jembatan Kedaton Agung

52
×

Dishub Kukar Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Persimpangan Jembatan Kedaton Agung

Sebarkan artikel ini
Jembatan Kedaton Agung di Kecamatan Tenggarong. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan rekayasa lalu lintas di persimpangan Jembatan Kedaton Agung, Kecamatan Tenggarong, guna memperlancar arus kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Jembatan Kedaton Agung merupakan infrastruktur baru yang diresmikan pada 23 Desember 2025. Jembatan ini menghubungkan Jalan Kartini dengan kawasan Monumen Barat di sekitar Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong.

Rekayasa lalu lintas dilakukan menyusul belum tertatanya pola pergerakan kendaraan di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas, khususnya antara kendaraan roda dua dan roda empat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Kukar, Irwan Sukarta, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi sejak jembatan mulai difungsikan.

“Kami melakukan evaluasi setiap hari setelah jembatan dibuka. Rekayasa ini bertujuan agar arus kendaraan menjadi lebih tertib dan tidak ada lagi yang memotong jalur secara semrawut,” ujar Irwan belum lama ini.

Sebagai bagian dari pengaturan arus, Dishub Kukar memasang water barrier yang difungsikan sebagai pulau jalan atau bundaran buatan. Dengan pengaturan tersebut, pengendara diwajibkan mengikuti arah putaran searah jarum jam dan tidak diperbolehkan memotong jalur secara langsung.

“Water barrier kami isi air agar lebih berat dan tidak mudah bergeser, baik karena cuaca maupun faktor lain. Jika pembatas sampai roboh dan tertabrak, itu bisa membahayakan pengendara,” jelasnya.

Selain pengawasan di lapangan, Dishub Kukar juga memanfaatkan drone untuk memantau arus lalu lintas dari udara. Pemantauan ini digunakan untuk melihat pola pergerakan kendaraan secara menyeluruh, terutama pada jam-jam sibuk.

“Dengan drone, kami bisa melihat kondisi arus secara utuh. Ini sangat membantu evaluasi, khususnya pada hari Senin yang biasanya menjadi puncak aktivitas,” kata Irwan.

Ke depan, Dishub Kukar berencana mengusulkan peningkatan fasilitas lalu lintas di kawasan tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemasangan lampu lalu lintas pintar atau smart traffic light, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Kami berharap ke depan bisa dipasang traffic light otomatis yang dapat menyesuaikan durasi lampu dengan kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Dishub Kukar mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti pengaturan yang telah ditetapkan demi kelancaran dan keselamatan bersama. (Rob/Bey)