Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Taman Musik Menjadi Ikon Baru di Tenggarong

111
×

Taman Musik Menjadi Ikon Baru di Tenggarong

Sebarkan artikel ini
Taman Musik, Kecamatan Tenggarong. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Di penghujung tahun 2025 lalu, tepat pada Selasa (30/12/2025), Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri meresmikan ruang publik baru bagi masyarakat yaitu Taman Musik yang berlokasi di Jalan S Parman, Tenggarong, pada Selasa (30/12/25).

Aulia biasa dipanggil Aul mengatakan, peresmian Taman Musik sengaja dilakukan satu hari menjelang pergantian tahun agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat saat malam Tahun Baru, khususnya warga Tenggarong.

“Malam ini kita launching Taman Musik, yang merupakan salah satu bangunan yang kita selesaikan di tahun 2025. Kenapa kita launching satu hari sebelum tahun baru, karena kita ingin pada saat Tahun Baru nanti taman ini sudah bisa digunakan oleh warga masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aulia, kehadiran Taman Musik semakin melengkapi ruang terbuka hijau yang telah dibangun di kawasan Tenggarong. Ia menegaskan, pembangunan taman tematik tidak hanya difokuskan di ibu kota kabupaten, melainkan akan diperluas ke seluruh kecamatan.

“Mimpi kita, taman-taman seperti ini bukan hanya di Tenggarong, tapi juga dibangun di 20 kecamatan. Sehingga masing-masing kecamatan memiliki ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas,” tuturnya.

Taman Musik diharapkan menjadi ruang publik yang inklusif, dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), komunitas seni, serta masyarakat umum sebagai tempat berkumpul, berkreasi, dan melepas penat. Keberadaan taman ini juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat kebahagiaan masyarakat Kukar.

Selain itu, Aulia menyebut pembangunan Taman Musik sejalan dengan visi-misi Kukar Idaman Terbaik yang memberi ruang bagi penggiat seni, sekaligus mendukung pelestarian adat dan budaya daerah. Untuk menjaga kenyamanan bersama, ia menegaskan bahwa Taman Musik ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.

“Kita larang merokok di taman ini, karena kita ingin taman ini ramah anak-anak dan bebas asap rokok,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa Taman Musik dirancang dengan konsep berbeda agar tidak monoton dan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan taman di daerah lain. Konsep ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pariwisata sekaligus penguatan kawasan budaya di Tenggarong.

“Keberadaan taman ini kita harapkan mendukung pencapaian visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya kombinasi pariwisata dan penguatan kawasan heritage budaya, termasuk kawasan Kesultanan dan Taman Tanjong,” ujarnya.

Wiyono juga menyarankan agar pengelolaan taman ke depan dapat melibatkan Dinas Pariwisata Kukar, sehingga aktivitas di Taman Musik lebih terjadwal dan tidak terkesan kosong. Salah satu rencana pemanfaatannya adalah sebagai ruang latihan seni bagi pelajar, seperti menari dan bermusik, agar pembelajaran seni tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Ia mengakui, pembangunan Taman Musik saat ini belum sepenuhnya rampung 100 persen, terutama pada bagian atap dan beberapa penyempurnaan teknis lainnya. Namun, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.

“Kami mohon maaf karena bangunan ini belum selesai sepenuhnya, tapi akan terus kami sempurnakan agar bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat,” pungkasnya. (Rob/Bey)