Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialUncategorized

Pemkab Kukar Dorong Gerakan Makan Telur Rebus untuk Perkuat Gizi Anak dan Wujudkan Layanan Dasar yang Merata

199
×

Pemkab Kukar Dorong Gerakan Makan Telur Rebus untuk Perkuat Gizi Anak dan Wujudkan Layanan Dasar yang Merata

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus), sebuah inisiatif yang digerakkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kesehatan anak dan mendukung kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gerakan ini mulai diperkenalkan dalam sejumlah kegiatan DP3A, termasuk pada acara pelayanan publik di Taman Kreatif Tenggarong, dan mendapat perhatian karena pendekatannya yang sederhana namun efektif. Telur rebus dipilih sebagai sumber gizi utama, mempertimbangkan ketersediaannya yang melimpah, harga terjangkau, serta kandungan protein yang lengkap.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menjelaskan bahwa Gema Tebus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Gerakan itu merupakan bagian dari komitmen kita mendukung program nasional MBG. Telur dipilih karena kandungannya lengkap dari sisi kesehatan,” ujar Hero, Senin (1/12/2025).

Saat ini, DP3A tengah mempersiapkan mekanisme gerakan tersebut sebelum dilaksanakan secara luas. Salah satu fokus utama adalah memastikan rantai pasok telur tetap stabil agar program dapat berjalan konsisten tanpa hambatan logistik.

“Saat ini kita sedang membangun komunikasi dengan penyedia dulu agar rantai pasoknya siap ketika gerakan ini diterapkan secara masif ke masyarakat,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Gema Tebus masih diterapkan di lingkungan internal DP3A. Telur rebus dibagikan pada kegiatan dinas maupun layanan publik sebagai bentuk sosialisasi awal. Rencana selanjutnya adalah penerapan secara bertahap di sekolah-sekolah, namun hal itu masih menunggu kesiapan pasokan dan koordinasi antar-OPD.

“Untuk penerapan massal di sekolah-sekolah, tentu membutuhkan kesiapan rantai pasok dan sinkronisasi dengan OPD terkait. Karena itu gerakan ini belum dituangkan dalam keputusan kepala daerah,” tambah Hero.

Gerakan ini juga disebut sejalan dengan visi-misi “Kukar Idaman Terbaik”, khususnya misi pertama yang menekankan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

“Gerakan makan telur rebus juga sangat berkaitan dengan visi-misi Kukar Idaman Terbaik. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat mendapatkan hak dan layanan terbaik,” ujar Hero.

Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia Kukar di masa depan.

“Program ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak,” tegasnya.

Melalui Gema Tebus, Pemkab Kukar berharap ada perubahan nyata dalam pola konsumsi masyarakat, terutama anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi proses belajar serta tantangan masa depan. Program sederhana ini dipandang sebagai langkah awal menuju layanan gizi yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kukar. (Adv/Rob/Bey)