Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialKukar

Dispora Kukar Fokus Pembinaan Atlet Muda, Popda 2025 Jadi Evaluasi Awal

32
×

Dispora Kukar Fokus Pembinaan Atlet Muda, Popda 2025 Jadi Evaluasi Awal

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara, Syafliansyah menegaskan bahwa keikutsertaan Kukar pada Popda Kalimantan Timur XVII/2025 menjadi momentum evaluasi pembinaan atlet muda di daerah.

Ia mengatakan, jumlah kontingen Kukar yang hanya 238 atlet pada 14 cabang olahraga merupakan gambaran kondisi pembinaan yang masih perlu diperkuat.

“Atletnya sendiri jauh lebih sedikit dibanding kota atau kabupaten lain. Ada juga beberapa nomor pertandingan yang tidak kita ikuti karena memang belum punya atletnya,” ujar Syafliansyah pada Rabu (26/11/2025).

Ia menyebut situasi tersebut menjadi catatan penting bagi Dispora, terutama dalam persiapan menuju Porprov. Menurutnya, hasil Popda kali ini bukan semata soal perolehan medali, tetapi bagaimana memetakan potensi dan kekurangan pembinaan usia muda.

“Lebih baik kita siapkan dari sekarang, meskipun mungkin hasil emasnya belum banyak. Tapi 3–4 tahun ke depan mereka bisa mendominasi,” jelasnya.

Dispora Kukar, kata Syafliansyah, telah menyusun tiga langkah strategis untuk memperkuat pembinaan. Pertama, memperbanyak kejuaraan usia muda di tingkat kabupaten sebagai sarana pembibitan. Kedua, meningkatkan kualitas fasilitas latihan bagi atlet. Ketiga, mendorong peningkatan kompetensi pelatih agar pembinaan berjalan lebih profesional.

“Atlet sudah bagus, tapi pelatihnya juga harus meningkat. Karena itu tahun ini Dispora mengadakan beberapa pelatihan khusus untuk pelatih,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengakui pembinaan tidak lepas dari kendala pembiayaan. Efisiensi anggaran membuat peluang tryout ke luar daerah harus dikurangi, sehingga berdampak pada persiapan atlet.

“Tahun ini sebenarnya kita bisa mengirim lebih banyak atlet untuk tryout, tetapi karena efisiensi anggaran jumlahnya harus dikurangi. Dengan dana terbatas, hasil yang diinginkan tidak bisa terlalu tinggi,” ungkapnya.

Syafliansyah tetap optimistis bahwa atlet Kukar mampu bersaing, terutama apabila pembinaan dilakukan konsisten. Ia mengatakan mental bertanding sengaja ditempa sejak dini, dengan menurunkan lebih banyak atlet muda agar terbiasa menghadapi tekanan kompetisi.

“Yang terpenting adalah menyiapkan bibit-bibit muda. Kita punya banyak talenta lokal yang potensial, dan itu harus dibina secara berkelanjutan,” tuturnya.

Pada Popda tahun ini, Kukar menetapkan target yang realistis tetapi tetap kompetitif, sambil memastikan pembinaan jangka panjang terus berjalan. (Adv/Rob/Bey)