Timeskaltim.com, Kukar – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto menegaskan masih banyak posyandu di sejumlah desa yang membutuhkan perbaikan infrastruktur, berdasarkan hasil evaluasi lapangan yang ia lakukan bersama perangkat desa.
“Terkait pembangunan posyandu, memang masih ada yang perlu dibenahi. Namun, memang untuk posyandu sendiri tugasnya di Dinas Kesehatan, tugas kami hanya mendorong,” ujar Arianto pada Selasa (25/11/2025).
Ia menyebutkan, beberapa kendala yang ditemukan di lapangan membuat pemerintah desa diminta segera mengajukan proposal renovasi agar bisa masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026.
“Tadi sudah kita lihat bersama ada beberapa kendala di posyandu yang perlu inovasi. Kita sudah menyampaikan kepada Pak Kades dan Kepala Posyandu untuk membuat usulan renovasi. Mudah-mudahan di tahun 2026 posyandu itu bisa direnovasi,” jelasnya.
Selain perbaikan bangunan, Pemkab Kukar juga menegaskan kelanjutan program pemenuhan gizi masyarakat desa. Arianto memastikan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi, balita, dan lansia akan tetap berjalan secara berkala.
“Untuk program makanan tambahan, ke depan tetap akan kita dorong. Program makanan tambahan bergizi untuk bayi, balita, dan lansia akan kita jalankan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa untuk siswa sekolah, program pemenuhan gizi telah ditangani pemerintah pusat, sementara Kukar memberikan tambahan dukungan pada kelompok rentan di desa.
Melalui dua fokus utama yaitu renovasi posyandu dan penguatan gizi DPMD Kukar berharap pelayanan kesehatan dasar di desa makin merata. Langkah tersebut sejalan dengan misi kelima “Kukar Idaman Terbaik,” yakni pembangunan wilayah yang berkeadilan dan inklusif. (Adv/Rob/Bey)










