Kutai Timur – Sorotan lampu memenuhi Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur pagi itu. Deretan pejabat, akademisi, dan pelaku industri tambang memenuhi kursi-kursi rapat, membahas masa depan Kutai Timur pasca kejayaan sektor tambang.
Dalam suasana serius namun penuh optimisme, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman membuka Seminar Nasional bertema “Optimalisasi Keberlanjutan Tambang Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Era Pascatambang”
Ardiansyah menegaskan bahwa era pascatambang harus menjadi momentum transformasi besar bagi Kutai Timur. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan hasil seminar ini sebagai pijakan kebijakan dan arah pembangunan ekonomi baru.
“Kita berharap seminar nasional ini menghasilkan rekomendasi konkret agar transisi ekonomi dari sektor tambang ke sektor produktif berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan bekas tambang perlu diatur dengan regulasi yang kuat dan inovasi yang tepat. Kutai Timur, menurutnya, memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan di wilayah pascatambang.
“Lahan pascatambang jangan dibiarkan kosong, tapi harus menjadi sumber ekonomi baru bagi warga,” katanya menegaskan.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola kekayaan alam Indonesia yang telah lama menjadi daya tarik dunia.
“Sejak masa kolonial, negeri ini jadi incaran karena sumber daya alamnya yang melimpah,” ucapnya.
Ia menilai sejarah tersebut harus menjadi pelajaran agar pengelolaan tambang dilakukan dengan visi keberlanjutan, bukan sekadar eksploitasi jangka pendek.
Dengan nada tegas namun penuh keyakinan, Ardiansyah menutup sambutannya dengan pesan agar seluruh pihak berkolaborasi membangun kemandirian ekonomi daerah.
Ia menekankan bahwa transformasi pascatambang bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju masa depan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (SH/ADV)












