Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Kutim Perkuat Program Bedah Rumah, Targetkan 50 Unit Bantuan Hunian Layak pada 2025

33
×

Kutim Perkuat Program Bedah Rumah, Targetkan 50 Unit Bantuan Hunian Layak pada 2025

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program bedah rumah yang kini menjadi salah satu fokus prioritas pembangunan daerah.

Program ini dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), dengan mengacu pada berbagai usulan yang dihimpun saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersama masyarakat dan pemerintah desa.

Beragam aspirasi perbaikan fasilitas dasar permukiman masuk dalam daftar kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan jalan lingkungan, perbaikan drainase, hingga pembangunan dan renovasi rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

Kepala Dinas Perkim Kutim, Akhmad Iip Makruf, mengatakan bahwa saat ini seluruh usulan telah diproses dan tengah menunggu finalisasi penetapan alokasi anggaran.

“Semua usulan sudah kami tampung dan prosesnya sudah berjalan. Kini kami menunggu besaran anggaran yang akan disetujui untuk pelaksanaan program,” jelas Iip.

Ia menyebutkan bahwa bantuan dari pusat dan provinsi masih tersedia, meski jumlahnya terbatas dan hanya menyasar sekitar 20 unit rumah per tahun. Karena kebutuhan jauh lebih besar, Pemkab Kutim berupaya menambah kapasitas melalui pendanaan APBD.

Targetnya, program bedah rumah yang bersumber dari daerah dapat mencapai hingga 50 unit, dengan nominal bantuan yang ditingkatkan agar hasil pembangunan lebih maksimal.

“Melihat kondisi di lapangan, kebutuhan masyarakat masih tinggi. Karena itu kami ingin memperluas bantuan agar lebih banyak warga dapat merasakan manfaat yang nyata,” tambahnya.

Melalui peningkatan kuantitas maupun kualitas bantuan, pemerintah berharap upaya ini dapat mempercepat pemenuhan hunian layak, menciptakan lingkungan yang sehat, serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.ADV