Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) gunakan pola baru dalam penanganan gelandangan pengemis (gepeng), badut jalanan, dan manusia silver.
Jika sebelumnya penanganan lebih banyak mengandalkan operasi penertiban, kini Dinas Sosial (Dinsos) menggeser fokus pada program pemberdayaan yang lebih terarah agar mereka dapat lepas dari situasi ketergantungan dan memperoleh sumber penghasilan yang lebih layak secara ekonomi.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan bahwa operasi oleh Satpol PP tetap menjadi tahap awal. Dalam satu bulan, kegiatan razia dilakukan dua hingga tiga kali untuk mendatangi para gepeng yang beroperasi di area publik.
Ernata menjelaskan bahwa setelah penertiban dilakukan, pihaknya melanjutkan dengan proses pembinaan. Satpol PP menertibkan sesuai SOP, kemudian pendampingannya dilanjutkan kembali
Setibanya di Dinsos, para gepeng dan manusia silver menjalani pemeriksaan awal dengan lengkap. Petugas menilai kondisi sosial, kemampuan yang dimiliki, hingga potensi yang bisa dikembangkan. Berdasarkan hasil asesmen itu, Dinsos mulai merancang pelatihan keterampilan yang paling cocok bagi masing-masing individu.
Ernata menegaskan bahwa tahap ini disiapkan agar pembinaan tidak bersifat formalitas, melainkan benar-benar menghasilkan kemampuan nyata yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau bekerja.
“Kami berharap mereka mendapatkan kesempatan baru. Setelah mengikuti pelatihan, mereka dapat membuka usaha kecil atau bekerja sesuai keterampilan yang telah diberikan,” tegasnya.
Ia menilai penertiban yang tidak dibarengi pembinaan hanya memberikan solusi sementara.
Oleh sebab itu, kerja sama antara Satpol PP sebagai penggerak awal dan Dinsos sebagai pendamping utama menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Pelaksanaan razia tetap disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ernata menuturkan bahwa mereka terus memantau kondisi di setiap lokasi. Jika jumlahnya bertambah, maka razia akan otomatis akan ditingkatkan
ujarnya.Melalui pola baru ini, Pemkab Kutim berharap kawasan publik tetap tertata, sekaligus memberikan peluang bagi kelompok rentan tersebut untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.ADV












