Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi mengadakan Pemilihan Duta Baca Kutai Timur 2025 untuk pertama kalinya. Inisiatif awal yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) ini diresmikan oleh Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, di Ruang Damar lantai 2 Gedung Serbaguna Bukit Pelangi.
Sudirman menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan pemilihan Duta Baca ini merupakan langkah inovatif dari pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sekaligus memperluas gerakan literasi di Kutim.
Sudirman mengatakan ajang ini merupakan langkah strategis untuk melahirkan figur-figur inspiratif yang mampu memotivasi dan mendorong terjadinya perubahan positif.
Ia menekankan bahwa literasi saat ini bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga meliputi kemampuan memahami, berpikir kritis, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Duta Baca yang terpilih diharapkan mampu menjadi contoh dan menyebarkan semangat literasi tersebut ke lingkungan sekitar.
Sudirman menyoroti tantangan yang muncul di tengah arus informasi digital. Ia menilai bahwa akses mudah lewat media sosial membuat masyarakat cenderung mengurangi aktivitas membaca buku fisik.
“Peran Duta Baca dianggap penting sebagai sarana untuk menghidupkan kembali budaya membaca yang berkualitas di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ayub, Kepala Dispusip Kutim, menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan ini diatur sedemikian rupa untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam gerakan Gemar Membaca.
Ia menjelaskan bahwa Duta Baca akan bertindak sebagai kolaborator perpustakaan dalam melaksanakan program literasi di berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta berusia 17 hingga 55 tahun dari berbagai wilayah di Kutim. Setelah melewati proses seleksi, tujuh finalis yang lolos terpilih untuk memperebutkan gelar Duta Baca, dengan penilaian dilakukan oleh tiga juri yang ahli di bidang literasi.
Pemilihan Duta Baca Kutim 2025 digelar selama dua hari, 11–12 November 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi.
Ia menambahkan, “kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan sosok yang mampu mengembalikan semangat membaca sekaligus mendorong perkembangan literasi di Kutai Timur”.ADV












