Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

PUPR Kutim Perkuat Kualitas Proyek Daerah Lewat Sertifikasi Tenaga Konstruksi dan Program MTU

23
×

PUPR Kutim Perkuat Kualitas Proyek Daerah Lewat Sertifikasi Tenaga Konstruksi dan Program MTU

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur terus mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor konstruksi melalui program sertifikasi dan pelatihan lapangan berbasis Mobile Training Unit (MTU).

Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur di Kutim berjalan aman, profesional, dan sesuai standar nasional.

Plt. Kepala PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa sertifikasi merupakan instrumen krusial untuk mengukur kompetensi tenaga konstruksi, sekaligus menjadi jaminan kualitas pada setiap proyek pembangunan di daerah.

“Tenaga kerja yang memiliki sertifikasi mampu menjamin sebuah proyek berjalan aman, memenuhi standar teknis, dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang lebih baik,” tutur Joni.

Ia mengatakan, bahwa upaya peningkatan kompetensi tenaga konstruksi telah dilakukan secara konsisten selama satu dekade terakhir. Berdasarkan data PUPR Kutim, sejak tahun 2015 hingga 2025 sudah lebih dari 1.100 tenaga konstruksi dan 118 tenaga ahli dinyatakan lulus sertifikasi dari total peserta yang mengikuti program. Angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun SDM yang terampil dan diakui secara resmi.

Menurutnya, Jangkauan program sertifikasi juga semakin luas berkat hadirnya Program Mobile Training Unit (MTU). Mobil pelatihan ini dirancang untuk menyasar 18 kecamatan, termasuk wilayah yang sulit dijangkau atau minim fasilitas pelatihan. MTU memungkinkan pekerja konstruksi mengikuti pembinaan teknis tanpa harus datang ke pusat kota.

Menariknya, program ini juga mengakomodasi pekerja yang tidak memiliki KTP Kutim, namun telah lama berdomisili dan bekerja di wilayah tersebut. Mereka tetap dapat mengikuti pelatihan dan sertifikasi melalui verifikasi domisili yang sah.

“Selain memastikan standar keselamatan, sertifikasi juga meningkatkan daya saing para pekerja lokal dan menumbuhkan rasa percaya para investor terhadap kualitas pengerjaan proyek di Kutim,” tambah Joni.

Dengan perluasan cakupan pelatihan dan sertifikasi ini, PUPR Kutim berharap seluruh proyek daerah dapat dikerjakan oleh tenaga profesional yang berkompeten. Selain memperkuat kualitas infrastruktur, langkah ini juga membuka peluang baru bagi tenaga lokal untuk bersaing di tingkat regional hingga nasional.(ADV)