Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Dinantikan Masyarakat, Pembangunan Jembatan Telen Ada Kabar Baik

35
×

Dinantikan Masyarakat, Pembangunan Jembatan Telen Ada Kabar Baik

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Di Kecamatan Telen, harapan baru mulai terasa. Pembangunan Jembatan Telen yang kini tengah berlangsung membawa optimisme besar, terutama bagi warga pedalaman yang selama ini bergantung pada akses jalan yang terbatas. Bagi mereka, jembatan ini lebih dari sekadar proyek fisik ini adalah pintu menuju keterhubungan yang selama bertahun-tahun mereka nantikan.

Jika selesai, jembatan tersebut diperkirakan menjadi jalur penghubung penting dari desa-desa terpencil hingga menuju Samarinda. Masyarakat membayangkannya sebagai jalan baru yang membuka peluang ekonomi dan memudahkan berbagai aktivitas yang selama ini terhambat jarak dan kondisi medan.

Camat Telen Petrus Ivung menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini akan menghubungkan lebih banyak wilayah daripada yang dibayangkan masyarakat pada awalnya.

“Kalau jembatan itu jadi, akan menghubungkan bukan hanya antar-Desa Telen saja, tetapi sampai ke Busang, Merapun, Long Mesangat, bahkan ke Samarinda,” ungkap Petrus.

Seiring dengan pembangunan jembatan, pemerintah kecamatan juga mulai membuka akses jalan baru yang menghubungkan Long Mesangat dan Long Noran dengan Kantor Kecamatan Telen. Langkah ini menjadi fondasi penting agar seluruh kawasan pedalaman bisa tersambung langsung dengan jalur utama menuju ibu kota provinsi.

“Kita juga sudah membuka jalan antara Long Mesangat dan Long Noran dengan Kantor Kecamatan. Itu sudah mulai dibuka awal tahun ini,” jelasnya.

Jika seluruh akses tersebut tersambung sepenuhnya, perubahan yang dirasakan masyarakat diperkirakan sangat signifikan. Perjalanan Telen–Samarinda yang selama ini memakan waktu hampir 10 jam dapat dipangkas menjadi sekitar 6 jam.

“Kalau lewat jalur biasa dari Telen ke Samarinda bisa 9–10 jam. Tapi lewat jalur ini hanya sekitar 6 jam,” tegasnya.

Bagi warga, perubahan itu bukan hanya soal cepat sampai. Lebih dari itu, jembatan dan jalan baru ini membuka harapan terhadap ekonomi yang bergerak lebih cepat hasil pertanian lebih mudah keluar, barang kebutuhan lebih mudah masuk, dan peluang usaha menjadi lebih terbuka. Infrastruktur ini menjadi simbol bahwa pedalaman Kutai Timur tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bagian dari arus kemajuan yang mulai menyentuh pelosoknya. (SH/ADV).