Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Halau Penyakit, Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Warga

42
×

Halau Penyakit, Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sering kali muncul setelah penyakit terlanjur berkembang.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menekankan pentingnya layanan cek kesehatan sejak dini untuk mencegah risiko penyakit kronis yang semakin meningkat di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Sumarno menuturkan bahwa edukasi kesehatan harus berjalan seiring dengan akses layanan yang mudah dan terjangkau.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan secara rutin sebelum muncul gejala serius.

“CKG penting untuk deteksi dini faktor risiko,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hipertensi, diabetes, gangguan jantung, anemia, hingga kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Padahal, ketika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi yang lebih berat dan membutuhkan penanganan medis jangka panjang.

“Dengan deteksi awal, masyarakat bisa melakukan mitigasi lebih cepat,” katanya menambahkan.

Program CKG digelar secara terpadu melalui puskesmas, posyandu, dan kegiatan jemput bola di kecamatan serta desa.

Pemeriksaan mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, hingga konsultasi gaya hidup dengan tenaga kesehatan.

Layanan ini juga dibarengi dengan penyuluhan mengenai pola makan seimbang, pentingnya aktivitas fisik, pengaturan konsumsi garam dan gula, serta anjuran untuk membatasi rokok.

Edukasi ini dilakukan agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebatas mengetahui angka, tetapi diikuti langkah perbaikan perilaku hidup sehari-hari.

Pemerintah berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk datang ke fasilitas kesehatan. Kesehatan yang terjaga adalah investasi jangka panjang, baik bagi keluarga maupun daerah.

Upaya preventif menjadi kunci agar biaya kesehatan tidak membengkak dan layanan kesehatan tetap efisien. (SH/ADV)