Kutai Timur – Kualitas makanan yang beredar di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Di tengah maraknya jajanan instan dan bahan tambahan yang tidak sesuai standar, pengawasan keamanan pangan menjadi langkah penting untuk mencegah risiko kesehatan terutama pada anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Sumarno menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan melalui razia atau pemeriksaan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif agar para penjual memahami pentingnya penggunaan bahan pangan yang aman.
“Petugas secara rutin memeriksa kantin sekolah dan warung warga,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan higiene sanitasi, sertifikasi bagi penjamah makanan, hingga uji sampel untuk kandungan bahan berbahaya seperti boraks atau pewarna tekstil.
Pendekatan persuasif menjadi tahapan awal agar penjual bersedia beralih menggunakan bahan yang lebih aman dan sesuai ketentuan.
“Kalau masih ditemukan pelanggaran berulang, ada pembinaan lanjutan,” tambahnya.
Selain makanan, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap depot air minum isi ulang.
Pemeriksaan meliputi kebersihan alat produksi, kualitas sumber air, serta parameter fisik dasar yang menunjukkan kelayakan konsumsi.
Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan air yang layak tanpa risiko kontaminasi.
Di sisi lain, pemenuhan gizi masyarakat juga diperkuat melalui program dapur umum dan makanan bergizi.
Para juru masak yang terlibat diberikan pelatihan penjamah makanan oleh Dinas Kesehatan dan diwajibkan memiliki sertifikat sebelum proses produksi berjalan.
Dengan upaya menyeluruh ini, pemerintah daerah berharap masyarakat, terutama anak sekolah, terlindungi dari risiko penyakit akibat konsumsi makanan yang tidak higienis.
Pengawasan, edukasi, dan kolaborasi menjadi kunci menjaga kesehatan bersama.(SH/ADV)












