Kutai Timur – Perlahan tapi pasti, cahaya peradaban terus menjangkau pelosok Kutai Timur. Di Desa Juk Ayak, Kecamatan Telen, sebagian warga kini menikmati energi listrik melalui panel surya (solar cell).
Namun perjuangan belum usai, masih dibutuhkan tambahan jaringan sekitar tujuh kilometer agar seluruh wilayah bisa menikmati aliran listrik penuh.
Kehadiran listrik membawa perubahan besar bagi masyarakat pedalaman. Aktivitas warga kini tak lagi terbatas oleh waktu, fasilitas publik mulai berfungsi optimal, dan anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari. Upaya pemerataan energi ini menjadi simbol kemajuan yang nyata bagi daerah terpencil.
Camat Telen Petrus Ivung menjelaskan bahwa sebagian besar warga di kilometer 10 Desa Juk Ayak telah memanfaatkan solar cell sebagai sumber energi alternatif.
Meski begitu, jaringan listrik konvensional tetap dibutuhkan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh.
“Di kilometer 10 Desa Juk Ayak banyak yang menggunakan solar cell, tapi masih butuh tambahan tiang sekitar tujuh kilometer lagi,” ungkap Petrus.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas publik di wilayah tersebut sudah mendapatkan aliran listrik. Sekolah, kantor desa, dan fasilitas umum kini dapat beroperasi penuh tanpa kendala berarti.
“Untuk fasilitas publik seperti kantor desa dan sekolah, semua sudah teraliri listrik dan berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan aparat desa agar segera mengajukan permohonan resmi penambahan jaringan listrik kepada pihak terkait.
“Kami sudah komunikasikan dengan aparat desa agar membuat permohonan pengadaan tiang listrik,” tegasnya.
Dengan kerja sama dan dukungan berkelanjutan, Kecamatan Telen optimistis seluruh wilayahnya akan segera terang sepenuhnya, membawa kehidupan yang lebih produktif dan sejahtera bagi masyarakat pedalaman Kutai Timur.(SH/ADV).












