Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Jalan Provinsi di Karangan Masih Rusak, Akses Vital Warga Terancam Tersendat

37
×

Jalan Provinsi di Karangan Masih Rusak, Akses Vital Warga Terancam Tersendat

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Debu beterbangan di musim kemarau dan genangan air menguasai jalan di kala hujan. Begitulah wajah jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Karangan hari ini.

Di tengah geliat pembangunan dan semangat masyarakat yang ingin maju, jalan ini masih menjadi ujian panjang bagi warga yang setiap hari menggantungkan hidup pada akses darat satu-satunya itu.

Bagi masyarakat Karangan, jalan bukan sekadar lintasan, melainkan urat nadi yang menghubungkan kehidupan. Dari jalan inilah anak-anak berangkat sekolah, warga menuju fasilitas kesehatan, dan kebutuhan pokok diangkut ke pelosok desa.

Namun sejak tahun 2023, jalan provinsi yang menjadi jalur utama belum mendapatkan perbaikan berarti, membuat mobilitas warga berjalan terseok di antara batu-batu jalan yang tidak rata.

Camat Karangan, Madnuh, menyebut kondisi jalan tersebut sebagai tantangan utama dalam mendukung aktivitas masyarakat. Ia menegaskan, jalan provinsi yang rusak ini memiliki peran vital karena menjadi satu-satunya akses transportasi yang menghubungkan sejumlah desa di wilayahnya.

“Kondisi jalan provinsi yang rusak sejak 2023 hingga kini belum ada perbaikan berarti,” ujar Madnuh.

Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut menghubungkan beberapa desa penting di Karangan, mulai dari Desa Pengadan, Desa Batu Lepoq, hingga ke Desa Karangan Dalam dan Desa Karangan Hilir. Jalur ini menjadi rute utama bagi warga untuk bekerja, berdagang, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Padahal akses tersebut satu-satunya jalan vital untuk transportasi masyarakat, baik untuk sekolah, berobat, maupun membeli kebutuhan pokok,” jelasnya.

Madnuh menambahkan, meskipun kondisi jalan masih berbatu, tidak becek, dan sebagian sudah padat berkat bantuan perusahaan sekitar, namun jalan itu tetap memerlukan penanganan serius agar bisa berfungsi optimal dan aman untuk dilalui kendaraan setiap hari.

“Jalur ini menghubungkan desa-desa di Karangan. Kondisi jalan berbatu, tidak becek, dan sebagian sudah padat berkat bantuan dari perusahaan sekitar,” katanya.

Ia berharap perhatian lebih dari pihak terkait agar jalan provinsi yang menjadi urat nadi ekonomi dan sosial warga Karangan bisa segera diperbaiki.

Menurutnya, jalan yang layak bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap perjuangan masyarakat pedalaman yang tetap bertahan di tengah keterbatasan.

Sebab, di antara bebatuan dan debu jalan itulah semangat warga Karangan terus berjalan pelan tapi pasti, menyusuri jalan menuju perubahan yang mereka yakini akan datang. (SH/ADV).