Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialKukar

DMI Kukar Resmi Dilantik, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat dan Ekonomi Jamaah

190
×

DMI Kukar Resmi Dilantik, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat dan Ekonomi Jamaah

Sebarkan artikel ini
Suasana Pelantikan Pengurus PD DMI Kukar di Kantor DMI Jalan Patin, Tenggarong, pada Rabu (05/11/2025). (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pelantikan Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar di Aula Sekretariat DMI Kukar, Rabu (5/11/2025), menjadi momentum penting untuk memperkuat peran masjid dalam membangun karakter dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, jajaran Forkopimda, para tokoh agama, serta perwakilan berbagai organisasi keislaman.

Dalam sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang dibacakan oleh Sekda Sunggono, ditegaskan bahwa pelantikan pengurus DMI bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran masjid di era modern.

“Manajemen masjid bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pengelolaan di bidang idarah, imarah, dan riayah,” ujar Sunggono.

Ia menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, masjid harus menjadi pusat kegiatan yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Masjid, menurutnya, tidak cukup hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral, sosial, dan ekonomi.

Visi DMI, yakni Mewujudkan Peran Aktif Jamaah untuk Kemakmuran Masjid dan Kesejahteraan Masyarakat, dinilai sejalan dengan semangat Pemkab Kukar dalam mewujudkan “Kukar Idaman Terbaik” — daerah yang sejahtera, religius, dan berdaya saing.

DMI Kukar akan menjalankan empat pilar utama dalam misi organisasinya. Pilar pertama berfokus pada peningkatan kapasitas takmir masjid melalui pendidikan dan pelatihan. Pilar kedua mendorong penetapan zona jamaah untuk memperkuat sinergi antar-masjid.

“Pilar ketiga menitikberatkan pada pemberdayaan jamaah untuk mengembangkan ekonomi umat melalui kewirausahaan. Sedangkan pilar keempat menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang inklusif dan berdaya guna,” tambah Sunggono.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh langkah DMI Kukar, terutama dalam mendorong transformasi digital dan ekonomi umat.

“Melalui program Bena Keroan Masjid Berbasis Digital, DMI dapat menjadi pelopor digitalisasi pengelolaan masjid dan bimbingan teknis kemasjidan,” ujarnya.

Selain itu, DMI juga diharapkan menjadi motor penggerak program Bena Ekonomi Umat dengan mengoptimalkan peran LAZIS DMI serta memanfaatkan potensi lahan masjid untuk mendukung usaha mikro jamaah.

“Dengan keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual, kami berharap masjid menjadi pusat kemajuan umat, tempat ibadah yang sekaligus menjadi ruang pemberdayaan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan,” tutup Sunggono.

Pelantikan DMI Kukar ini menjadi tonggak baru dalam upaya memperluas peran masjid di masyarakat, dari sekadar rumah ibadah, menjadi pilar kemajuan umat dan pusat pembinaan yang menebar manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (Adv/Rob/Bey)