Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Lapas Tenggarong Tunjukkan Komitmen Jalankan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Kemenimasyarakatan

135
×

Lapas Tenggarong Tunjukkan Komitmen Jalankan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Kemenimasyarakatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Tepat setahun sejak dicanangkannya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 lalu, semangat pelaksanaannya terus diimplementasikan oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah kepemimpinan Agus Andrianto melalui 13 Program Akselerasi.

Salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menunjukkan komitmen kuat terhadap program tersebut adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menjalankan berbagai langkah nyata sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

“Dalam hal pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, kami telah melaksanakan sebanyak 49 kali razia, baik insidentil, terjadwal, maupun gabungan dengan aparat penegak hukum lainnya,” ungkap Suparman, pada Selasa (21/10/2025).

Sebagai langkah mengurangi overkapasitas hunian, pihaknya juga telah memindahkan 130 narapidana ke beberapa UPT Pemasyarakatan di Kota Balikpapan dan Samarinda, berdasarkan hasil asesmen risiko yang dilakukan secara internal.

Selain itu, selama setahun terakhir, 434 warga binaan telah memperoleh kebebasan melalui program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB).

Dalam mendukung ketahanan pangan, Lapas Kelas IIA Tenggarong membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif seluas 500 meter persegi.

“Alhamdulillah, dalam setahun ini kami telah memanen 95 kilogram telur bebek, 145 kilogram kangkung, 167 kilogram timun, dan 51 kilogram lele, serta sejumlah tanaman produktif lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Lapas Tenggarong juga aktif mengembangkan program UMKM binaan, seperti meubelair, barbershop, dan berbagai jasa lain yang mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

“Dari kegiatan ketahanan pangan dan UMKM, kami berhasil menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp15 juta, serta menyalurkan premi sebesar Rp22 juta bagi warga binaan yang bekerja,” tambahnya.

Inovasi lain yang dilakukan adalah peluncuran proyek perubahan bertajuk SEHAT (Sinergi Enam Hati), yang diinisiasi melalui kerja sama dengan mitra strategis pada 14 Oktober 2025. Program ini mengusung konsep hexahelix, yang menggabungkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan komunitas.

“Melalui konsep hexahelix, kami berharap program ketahanan pangan ini tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” jelas pria yang dikenal gemar bermain golf ini.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Lapas Kelas IIA Tenggarong juga menyalurkan 180 paket bantuan sosial kepada masyarakat sekitar dan keluarga warga binaan yang membutuhkan.

Terakhir, Suparman menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan sinergi, kemandirian, dan kesejahteraan bersama. (Rob/Bey)