Timeskaltim.com, Samarinda – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda menegaskan komitmennya untuk mengambil peran signifikan dalam kancah politik lokal.
Setelah menggelar syukuran dan evaluasi internal, PSI kini memfokuskan strategi untuk periode mendatang, dengan target meraih setidaknya lima kursi di DPRD Samarinda pada Pemilu 2029.
Strategi ini selaras dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat Kongres di Solo.
“Sesuai arahan kemarin pada Kongres di Solo, Pak Jokowi ada bilang Samarinda PSI wajib minimal wajib lima [kursi],” ujar Ketua DPD PSI Samarinda, David Jingga, yang kini tengah menyiapkan kaderisasi dan program grassroot.
Untuk memperkokoh barisan, PSI Samarinda mengumumkan fokus utama dalam dua tahun pertama: kaderisasi dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kita fokus di dua tahun pertama mungkin kita akan fokus di kaderisasi dulu. Kita akan bikin program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, terutamanya ya mungkin anak-anak muda atau pemilih-pemilih baru,” jelasnya.
Beberapa kegiatan yang telah direncanakan antara lain pelatihan untuk mahasiswa dan ibu rumah tangga, penyelenggaraan workshop serta sekolah politik bagi kader. Menariknya, seluruh kegiatan tersebut akan banyak terpusat di kantor sekretariat DPD PSI Samarinda yang kini dilengkapi dengan fasilitas ruang kantor dan ruang pertemuan.
Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi aktivitas internal partai, tetapi juga dapat digunakan oleh masyarakat, komunitas, maupun kelompok mahasiswa untuk kegiatan sosial, pelatihan, dan diskusi publik. Proses peminjamannya pun dibuat mudah dan transparan, sejalan dengan semangat keterbukaan yang menjadi ciri khas PSI.
Saat ini, PSI Samarinda memiliki sekitar 200 anggota tetap yang aktif. Dari jumlah tersebut, sudah ada sekitar tiga orang kader yang dipastikan akan maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) dalam kontestasi 2029 mendatang.
PSI juga menekankan filosofi di balik logo barunya yang menampilkan ilustrasi Gajah. Logo ini memiliki makna mendalam yang merefleksikan prinsip partai.
“Pada dasarnya itu, arti dari kebijaksanaan dan kesetiaan. Itu adalah komponen utama dari logo Gajah kita ini. Dia kuat, dia bijaksana, dia setia,” terangnya.
Adapun warna yang digunakan memiliki makna tersendiri.
Warna Merah di Kepala Gajah. Melambangkan target kemenangan dan optimisme. Kemudian, Slogan ‘Super Terbuka’. Merujuk pada konsep terbuka layaknya perusahaan publik (Tbk).
Ini menegaskan bahwa PSI tidak lagi menjadi partai dinasti politik. Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, terbukti dari pemilihan
Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, yang dilakukan secara voting online langsung oleh seluruh kader.
PSI Samarinda bertekad memastikan DNA partainya tetap terjaga, yaitu anti korupsi dan anti intoleransi.
“Kita harapkan kader-kader PSI itu mulai besar dalam segi jumlah dan juga kita akan terus berusaha gimana kualitas mereka, DNA PSI tetap terjaga yaitu anti korupsi sama anti intoleransi,” tegasnya.
Menutup wawancara, PSI menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Samarinda saat ini.
“Kita berharap kita bisa berkolaborasi sama Pemerintah Kota Samarinda. Apa yang bisa kita bantu, memberdayakan masyarakat, mengedukasi masyarakat, atau program-program pemerintah yang butuh kita monitoring atau bahkan eksekusi, kita siap,” pungkasnya.(Wan/Bey)













