Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Olahraga

Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda

218
×

Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda

Sebarkan artikel ini
Muhammad Akbar Yusuf, Karateka muda berbakat asal Samarinda. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Sosok Muhammad Akbar Yusuf semakin dikenal di kalangan olahraga karate di Kalimantan Timur. Atlet muda asal Samarinda ini baru saja mengharumkan nama daerahnya dengan meraih medali perak di ajang Piala Panglima 2025 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, 22–24 September lalu.

Kendati gagal merebut emas setelah ditundukkan wakil NTT, Lorenso Daseto Rodriquez, Akbar tetap memandang hasil tersebut sebagai pengalaman berharga.

“Saya bersyukur bisa sampai di final. Setiap pertandingan memberi pelajaran untuk berkembang lebih baik,” ucapnya, baru-baru ini.

Konsistensi Prestasi Sejak Usia Dini

Karate bukanlah hal baru bagi Akbar. Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, ia sudah menggeluti olahraga ini. Dorongan sang ayah yang juga mantan karateka membuatnya terus bertahan hingga kini, meski sempat ingin berhenti saat masih kecil.

Hasil kerja kerasnya terbayar. Dalam dua tahun terakhir, Akbar langganan naik podium: Juara 1 Walikota Cup, Juara 2 Kejurnas Inkanas, Juara 1 Piala Pangdam, hingga Juara 3 Kejuprov Piala Gubernur. Raihan di Balikpapan semakin menegaskan konsistensinya sebagai salah satu karateka muda potensial dari Samarinda.

Barista yang Menjaga Disiplin

Selain sibuk berlatih, Akbar kini juga menekuni profesi sebagai barista di Harmo Coffee Samarinda. Profesi yang ia jalani sejak Agustus 2025 itu menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Awalnya sulit membagi waktu, tapi saya belajar menyesuaikan. Jadi barista membuat saya lebih disiplin, sama seperti karate yang melatih fokus dan kesabaran,” ungkapnya.

Impian Jadi Abdi Negara

Tak hanya berprestasi dan bekerja, Akbar menyimpan cita-cita besar. Sejak usia 9 tahun, ia bercita-cita menjadi anggota Polri atau TNI. Baginya, karate adalah jalan untuk menempa mental dan disiplin menuju mimpi tersebut.

“Motivasi saya sederhana, ingin mengabdi, menjaga keamanan, dan membuat orang tua bangga,” tutup Akbar penuh impian.

Bagi anak muda Samarinda, perjuangan masih panjang. Namun, dengan semangat dan kerja keras, ia optimistis bisa menapaki dua jalur sekaligus yakni mengibarkan prestasi di olahraga karate dan mewujudkan impiannya menjadi abdi negara. (Bey)