Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi Kaltim

PLTA Batoq Kelo Siap Masuki Tahap Konstruksi pada 2026

311
×

PLTA Batoq Kelo Siap Masuki Tahap Konstruksi pada 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (Hasbi/Times kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan segera berlanjut ke tahap konstruksi.

Kepada awak media, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa pembangunan pembangkit berkapasitas lebih dari 300 MegaWatt ini ditargetkan mulai pada 2026, setelah seluruh dokumen perizinan rampung.

Ia juga menegaskan bahwa proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai rencana. Menurutnya, para investor kini tengah menuntaskan berbagai persyaratan administratif sebelum alat berat diturunkan ke lapangan.

“Ada proyek strategis nasional, yakni pembangunan PLTA di sekitar Sungai Batoq Kelo. Kerja sama dengan PLN sudah ada, dan pada 2026 konstruksi akan dimulai setelah izin-izin diselesaikan,” jelas Seno, Selasa (28/8/2025).

Kata dia, dengan nilai investasi Rp2–3 triliun, PLTA Batoq Kelo diproyeksikan menjadi salah satu pembangkit terbesar di Kaltim.

Selain memenuhi kebutuhan listrik di Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, hingga Samarinda, proyek ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong energi bersih dan terbarukan.

Dukungan terhadap proyek tersebut sudah terlihat sejak Mei 2024, ketika PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) bersama konsorsium PT Handa Energi Investasi Indonesia dan PT Tujuan Mulia Makmur.

Kesepakatan itu menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam merealisasikan pembangunan PLTA.

Seno menambahkan, kehadiran PLTA Batoq Kelo tidak hanya memperkuat pasokan listrik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap proses perizinan segera tuntas agar pembangunan bisa dimulai sesuai jadwal, dan masyarakat Kaltim dapat segera menikmati listrik yang andal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Has/Bey/ADV/DISKOMINFOKALTIM)