Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDiskominfo Provinsi Kaltim

Gubernur Rudy Mas’ud Dorong Swasembada Pangan, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Modern

130
×

Gubernur Rudy Mas’ud Dorong Swasembada Pangan, Ajak Generasi Muda Jadi Petani Modern

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar.

Pesan tersebut ia sampaikan tegas dalam kegiatan Konferensi Pers yang, membahas mengenai stabilitas harga dan ketersediaan beras di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gaja Mada, pada Selasa (19/8/2025).

Rudy menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian telah meminta setiap provinsi, termasuk Kaltim, untuk mengoptimalkan lahan pertanian agar mampu mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, Kaltim perlu menyiapkan lahan dengan sistem irigasi yang memadai sehingga memungkinkan petani panen hingga tiga kali setahun, bahkan empat kali jika dibarengi penggunaan teknologi pertanian modern.

“Dengan mekanisasi, pekerjaan pertanian bisa dilakukan lebih cepat. Bahkan ini membuka peluang bagi anak muda untuk menekuni profesi sebagai petani modern, dengan potensi penghasilan mencapai Rp20 juta hingga Rp26 juta per bulan, jauh melampaui UMR,” tutur Rudy.

Ia menilai, bertani dengan pendekatan modern akan lebih menjanjikan bagi generasi muda ketimbang hanya mengandalkan pekerjaan kantoran dengan gaji standar. Untuk itu, Pemprov bersama pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga sarana produksi.

Saat ini, kata Rudy, produksi beras di Kaltim baru bisa memenuhi sekitar 30–36 persen kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pertanian menjadi fokus utama.

“Target kita jelas, Kaltim harus mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Swasembada itu harus dicapai,” tegasnya.

Ia menyebutkan, terkait dengan ketersediaan beras, Rudy memastikan bahwa stok Bulog di Kaltim masih mencukupi. Hingga saat berasa bolog ini terdapat 8.000 ton beras tersimpan di gudang Bulog, ditambah 1.223 ton yang dikelola BUMD dan siap disalurkan ke pasar tradisional maupun ritel modern.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik berbelanja. Stok beras untuk Kaltim masih aman. Selain itu, distribusi dari Jawa dan Sulawesi tetap berjalan,” ujarnya.

Diakhir ia menegaskan, mengenai dengan wacana pemanfaatan lahan eks tambang untuk kebutuhan pertanian, Rudy menilai hal itu memerlukan kajian mendalam.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa menjadi salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan di masa mendatang. (Has/Bey/ADV/DISKOMINFOKALTIM)