Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menilai persoalan parkir liar tidak cukup diselesaikan dengan penindakan hukum saja. Ia mendorong pemerintah untuk mengedepankan pembinaan dan pemberdayaan agar para juru parkir liar bisa beralih ke pekerjaan yang lebih layak.
Saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Senin (11/8/2025), Samri menegaskan bahwa parkir liar merupakan masalah yang terkait erat dengan kondisi sosial dan ekonomi pelakunya.
“Menghapuskan secara instan memang sulit. Solusi terbaik adalah membina mereka dan memberi pekerjaan tetap di bidang yang mereka jalani,” jelas Samri Shaputra.
Menurutnya, pemberian akses pekerjaan formal dengan gaji bulanan, meski tidak besar, akan lebih baik daripada penghasilan harian yang tidak menentu. Langkah ini juga dapat mencegah munculnya juru parkir liar baru di berbagai titik.
“Pendekatan seperti ini jauh lebih bijak untuk mengantisipasi masalah,” tambahnya.
Samri menekankan pentingnya pemahaman terhadap latar belakang ekonomi para pelaku sebelum mengambil tindakan. Ia mengingatkan bahwa mengabaikan faktor tersebut bisa memicu meningkatnya kriminalitas.
“Ini soal perut. Kalau diberangus tanpa solusi, risikonya mereka terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum,” katanya.
Terakhir, ia berpesan bahwa, solusi yang manusiawi tidak hanya menyelamatkan para juru parkir dari kehilangan mata pencaharian, tetapi juga menjaga ketertiban kota secara berkelanjutan. (Adv/Bey)












