Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Distribusi Seragam Gratis untuk Siswa Baru di Kaltim Masih Terkendala, DPRD Minta Pemerintah Segera Bertindak

187
×

Distribusi Seragam Gratis untuk Siswa Baru di Kaltim Masih Terkendala, DPRD Minta Pemerintah Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, H. Baba. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Samarinda – Program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026 di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Pasalnya, hingga awal Agustus ini, proses distribusi seragam dari Pemerintah Provinsi Kaltim belum menunjukkan kejelasan yang pasti di lapangan.

Anggota DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima laporan resmi terkait sejauh mana perkembangan pelaksanaan program tersebut.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi detail terkait realisasi pembagiannya, apakah sudah dilakukan setelah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah (SPMBS) atau belum. Mungkin teknisnya masih menunggu dari Dinas Pendidikan,” ungkap H. Baba, pada Selasa (05/08/2025).

Meski demikian, dirinya menyambut baik inisiatif Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam membantu meringankan beban orang tua siswa melalui program seragam gratis tersebut. H. Baba berharap proses distribusi bisa dipercepat agar manfaat program ini bisa segera dirasakan oleh para siswa.

“Yang terpenting, seragam ini bisa segera diterima oleh anak-anak kita yang telah mengikuti SPMBS kemarin. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti soal lambannya distribusi, H. Baba juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam melengkapi kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Ia menekankan bahwa ada beberapa perlengkapan, termasuk seragam, yang belum sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, sehingga orang tua tetap perlu bersiap.

“Kita minta orang tua juga jangan lengah. Kebutuhan sekolah anak-anak kita tetap harus dipersiapkan, terutama untuk seragam yang belum termasuk dalam program pemerintah. Jangan sampai ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu karena adanya kekurangan tersebut,” ujarnya mengingatkan.

Terakhir, dirinya mengimbau, agar komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah terus dijaga, agar segala persoalan terkait kebutuhan siswa bisa ditangani dengan transparan dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. (Adv/Rob/Bey)