Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

DPRD Samarinda Minta Penambahan Ambulans Hingga Tingkat RT

241
×

DPRD Samarinda Minta Penambahan Ambulans Hingga Tingkat RT

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Berby/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong Pemerintah Kota untuk serius menambah unit ambulans di puskesmas dan lingkungan masyarakat.

Ia menyebut bahwa akses cepat terhadap layanan kesehatan darurat sangat bergantung pada kesiapan armada di lapangan.

Dari hasil kunjungan dan evaluasi langsung, Novan menemukan bahwa sejumlah puskesmas di Samarinda masih menghadapi keterbatasan jumlah ambulans. Meskipun sebagian telah memiliki kendaraan tersebut, jumlahnya belum ideal untuk melayani seluruh wilayah kerja masing-masing fasilitas.

“Memang beberapa puskesmas sudah punya ambulans, tapi tidak cukup untuk menunjang pelayanan yang cepat dan merata,” jelasnya, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Novan juga menyoroti minimnya fasilitas ambulans di tingkat masyarakat, seperti di yayasan sosial dan rumah ibadah. Ia mengakui bahwa tidak jarang warga kesulitan mendapatkan transportasi medis darurat di luar jam operasional rumah sakit.

“Ambulans di lingkungan RT atau yang dikelola yayasan bisa jadi solusi. Tinggal nanti disesuaikan apakah cukup satu unit per beberapa RT atau per puskesmas,” ujarnya.

Namun, Novan mengingatkan bahwa keberadaan ambulans tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan operasional. Ia mencontohkan situasi di Puskesmas Samarinda Kota, di mana ambulans yang tersedia tidak bisa digunakan karena tidak ada sopir yang bertugas.

“Kendaraannya ada, tapi tidak ada pengemudinya. Itu jadi kendala saat dibutuhkan untuk kegiatan seperti penyuluhan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kebijakan pengadaan ambulans harus disertai perencanaan matang terkait sumber daya manusia dan perawatan kendaraan.

Menurutnya, program penguatan layanan kesehatan harus dipikirkan secara menyeluruh, mulai dari unit kendaraan, personel, hingga operasionalnya.

“Yang penting bukan cuma unitnya tersedia, tapi juga bagaimana memastikan ambulans itu benar-benar bisa berfungsi setiap saat dibutuhkan,” pungkas Novan. (Adv/Bey)