Timeskaltim.com, Samarinda – Ancaman banjir dan tanah longsor yang terus mengintai Kota Samarinda kembali memantik perhatian kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M Andriansyah, menyoroti lemahnya pelaksanaan Program Kelurahan Tanggap Bencana (Katana), yang menurutnya masih sebatas formalitas.
“Relawan Katana hanya diberi Surat Keputusan (SK), tapi tidak dibekali perlengkapan atau pelatihan. Ini bentuk pengabaian terhadap peran mereka di lapangan,” ungkap Andriansyah, Rabu (26/6/2025).
Ia menekankan bahwa dalam situasi darurat, relawan merupakan pihak pertama yang hadir untuk membantu warga. Namun tanpa alat dasar seperti chainsaw, rompi, atau bahkan pelatihan tanggap darurat, relawan Katana justru terkesan hanya menjadi simbol belaka.
“Seharusnya pemerintah kota menjadikan Katana sebagai kekuatan riil dalam menghadapi bencana. Tapi yang terjadi, mereka seperti berjalan tanpa perlengkapan perang,” ujarnya.
Menurut Andriansyah, banjir dan longsor yang kerap terjadi harus menjadi sinyal kuat bahwa kesiapsiagaan komunitas perlu diperkuat. Bukan hanya lewat imbauan atau kampanye, melainkan dengan penyediaan sarana pendukung yang konkret.
“Program tangguh bencana tidak bisa dibentuk dari meja rapat. Harus ada aksi nyata di lapangan. Katana seharusnya dilatih, difasilitasi, dan dihargai perannya,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan, kelemahan dalam membangun sistem tanggap darurat di tingkat kelurahan sama saja dengan membiarkan warga menghadapi bencana tanpa perlindungan yang layak.
“Kalau kita tidak serius membenahi ini, kita bukan hanya gagal dalam perencanaan, tapi sedang menempatkan nyawa warga dalam risiko setiap musim hujan,” lanjutnya.
DPRD Samarinda, melalui Komisi III, berkomitmen akan terus mendorong alokasi anggaran yang memadai bagi penguatan program Katana. Termasuk di dalamnya distribusi peralatan tanggap darurat dan pelatihan teknis berkala bagi para relawan.
“Katana harus dihidupkan, bukan hanya di atas kertas, tapi juga di lapangan. Karena mereka adalah barisan terdepan saat bencana datang,” tutup Andriansyah. (Adv)












