Timeskaltim.com, Samarinda – Komitmen menciptakan akses kerja yang merata dan inklusif kembali disuarakan DPRD Kota Samarinda. Melalui Anggota Komisi IV, Yakob Pangedongan, DPRD menekankan pentingnya transformasi program ketenagakerjaan dari sekadar kegiatan formal menjadi langkah nyata yang mampu mengurangi angka pengangguran.
“Jangan sampai program hanya berhenti di panggung seremonial. Yang dibutuhkan warga adalah hasil konkret, bukan sekadar kegiatan,” ujar Yakob, Rabu (26/6/2025), menanggapi pelaksanaan berbagai program seperti job fair dan pelatihan keterampilan.
Ia menyampaikan bahwa DPRD saat ini aktif mengawal dan mengevaluasi berbagai kegiatan dari Dinas Tenaga Kerja. Penekanan bukan hanya pada jumlah acara yang digelar, tetapi pada sejauh mana dampak yang benar-benar dirasakan oleh para pencari kerja.
“Kami ingin tahu, seberapa banyak peserta job fair yang akhirnya diterima bekerja? Apakah perusahaan sungguh-sungguh menyerap tenaga kerja lokal? Ini yang akan terus kami pantau,” tegasnya.
Yakob juga memberi perhatian khusus pada kelompok disabilitas. Menurutnya, keterbukaan perusahaan terhadap tenaga kerja dari kelompok rentan harus menjadi standar baru dalam praktik ketenagakerjaan.
“Penyandang disabilitas bukan hanya butuh ruang, tapi butuh sistem kerja yang benar-benar mendukung dan menghargai kemampuan mereka. Ini bukan soal kuota, tapi soal kesetaraan,” katanya.
Menurut Yakob, ketenagakerjaan yang ideal memerlukan pendekatan holistik. Ia menyebut bahwa pelatihan harus berbasis kebutuhan industri, proses rekrutmen harus transparan, dan koordinasi antara pemerintah, swasta, serta lembaga pendidikan harus diperkuat.
“Kalau ekosistemnya dibangun dengan serius, saya yakin angka pengangguran bisa ditekan, dan masyarakat punya harapan lebih baik,” tambahnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal setiap kebijakan ketenagakerjaan di Samarinda, memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar kembali sebagai manfaat nyata bagi warga kota. (Adv)












