Timeskaltim.com, Kukar – Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Ansor Banser yang digelar oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kutai Kartanegara selama empat hari, 27–30 Juni 2025, resmi ditutup dengan penuh khidmat.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong ini menandai langkah strategis Ansor Kukar dalam memperkuat kaderisasi dan memperluas sinergi antar elemen masyarakat.
Sebanyak 187 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar dan Samarinda mengikuti proses pelatihan intensif yang tidak hanya mengasah kemampuan organisasi dan wawasan kebangsaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi perjuangan.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur, H. Murjani, S.Hi., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya membangun kader yang siap secara mental, spiritual, dan fisik untuk menghadapi tantangan zaman.
“Ansor Banser harus menjadi penjaga NKRI, bukan hanya secara fisik tapi juga dalam merawat nilai-nilai persatuan dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya di hadapan peserta.
Turut hadir dalam pembukaan Lurah Maluhu, Camat Tenggarong, serta jajaran Danramil dan Kapolsek setempat—sebuah sinyal kuat bahwa eksistensi Banser di Kukar mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Diklatsar ini dirangkai dengan kegiatan yang menanamkan semangat sosial dan spiritual. Ziarah ke makam ulama dan pejuang lokal membuka rangkaian acara, dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Aksi bakti sosial pun digelar di sejumlah titik, membagikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Warga menyambut baik kehadiran para kader muda NU ini. “Kami merasa terbantu. Kehadiran mereka bukan hanya simbolis, tapi benar-benar terasa manfaatnya,” ujar seorang warga penerima bantuan.
Ketua PC GP Ansor Kukar, Desman Minang Endrianto, M.Hi., menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi antar-kyai muda dan tokoh Nahdlatul Ulama di tingkat lokal. “Ini adalah momentum menguatkan barisan dan mempererat tali silaturahmi antar kader dan tokoh NU,” ujarnya.
Peserta diklat menunjukkan semangat tinggi selama pelatihan. Ahmad, peserta asal Kecamatan Tenggarong, mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. “Kami diajarkan arti kedisiplinan, loyalitas, dan pentingnya pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan lancar dan penuh makna, GP Ansor Kukar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat basis kader di daerah. Di akhir acara, H. Murjani mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat persatuan.
“Dengan semangat ukhuwah dan pengabdian, Banser akan selalu hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (Bey)










