Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Ketua DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Etika dalam Menyampaikan Kritik

450
×

Ketua DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Etika dalam Menyampaikan Kritik

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. (Hasbi/ Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa serangan terhadap individu bukanlah bagian dari praktik demokrasi yang bijak.

Perihal tersebut ia sampaikan, menyoal maraknya aksi doxing atau penyebaran data pribadi dimedia sosial, terhadap sejumlah pihak yang mengkritik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Kepada awak media, dia menyebutkan bahwa dinamika opini yang berkembang di media sosial, merupakan konsekuensi dari keterbukaan ruang demokrasi.

Kendati demikian, ia mengingatkan, sejatinya kebebasan berpendapat harus dibarengi dengan tanggung jawab dan kesadaran etika.

“Dalam era keterbukaan saat ini, semua orang punya hak untuk menyampaikan pandangannya. Tapi tetap harus berada dalam batas-batas yang sehat,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Politisi Partai Gerindra ini juga menekankan bahwa kritik merupakan elemen penting dalam demokrasi. Selama disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan fakta.

Sehingga bentuk kritik yang bersifat asumtif atau bahkan mengandung hoaks, karena dapat menyesatkan publik, tegas ia katakan menolak.

“Kita tidak menutup ruang kritik. Tapi kritik harus didasarkan pada kenyataan dan disampaikan secara bijak. Jangan malah menyebarkan informasi yang tidak benar,” jelasnya.

Oleh karena itu penyebaran informasi yang keliru dan menyerang personal, justru berpotensi memperdalam perpecahan ditengah masyarakat.

Kritik, katanya, seharusnya menjadi ruang refleksi bersama, bukan alat untuk menebar kebencian.

“Media sosial jangan sampai jadi alat untuk memecah belah. Kami di DPRD ingin membangun rasa kebersamaan, saling memahami dan mengayomi. Kita semua bagian dari kota ini,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar peningkatan literasi digital kepada masyarakat harus lebih bijak, baik dalam mengkonsumsi serta menyebarkan informasi di ruang digital.

“Demokrasi bukan ajang untuk saling menghujat. Ini seharusnya menjadi wadah untuk berpikir kritis dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang benar,” tegasnya.

Diakhir ia memastikan bahwa DPRD Samarinda terbuka terhadap segala bentuk masukan dari masyarakat, selama disampaikan melalui jalur yang tepat dan tidak menimbulkan keresahan.

“Kritik sangat penting, tapi mari sampaikan dengan data, fakta, dan semangat untuk membangun bukan untuk menjatuhkan,” pungkasnya. (Has/Bey)