Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Ketua Gapoktan Bukit Biru, Harapkan Perhatian Pemkab Kukar Soal Irigasi dan Bantuan Pupuk

238
×

Ketua Gapoktan Bukit Biru, Harapkan Perhatian Pemkab Kukar Soal Irigasi dan Bantuan Pupuk

Sebarkan artikel ini
Ketua Gapoktan Kelurahan Bukit Biru, Suwarman. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Bukit Biru, Suwarman, menyuarakan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) agar memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan dasar para petani di wilayahnya.

Ia menekankan pentingnya bantuan pupuk dan perbaikan saluran irigasi sebagai kunci utama keberlangsungan pertanian di Bukit Biru.

Diketahui, Kelurahan Bukit Biru sendiri memiliki luasan wilayah 10 kilometer persegi, yang terbagi menjadi tiga dusun, yaitu Triharjo, Sidomulyo, dan Bangunrejo, dengan jumlah penduduk 5.070, yang rata-rata pekerjaannya sebagai petani.

“Sudah masuk pertengahan tahun 2025, tapi bantuan pupuk organik belum ada sama sekali. Tahun 2023 dan 2024 masih dapat, tapi sekarang belum,” ungkap Suwarman, pada Rabu (21/05/2025).

Meski begitu, ia menyampaikan bahwa pengajuan kebutuhan pupuk telah disampaikan ke Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.

Tak hanya soal pupuk, pria yang berumur 70 tahun itu menyoroti, masalah krusial lainnya, yakni air. Menurutnya, sistem irigasi yang buruk dan kurangnya pasokan air menjadi hambatan besar dalam proses bertani, mulai dari pengolahan tanah hingga masa panen.

“Air itu kebutuhan vital. Mulai dari pengolahan tanah sampai panen, semua butuh air. Kalau tidak ada aliran irigasi, petani susah bergerak. Apalagi kalau pakai komben, alat panen itu tidak bisa dipakai kalau lahan becek tapi tidak cukup kering,” jelasnya.

Sebagai Ketua Gapoktan yang memahami betul kondisi lapangan, Suwarman berharap Pemkab Kukar, melalui Distanak, segera melakukan langkah konkret dalam pembenahan saluran irigasi di Bukit Biru.

Meski menghadapi sejumlah kendala, Suwarman tetap mengapresiasi adanya bantuan greenhouse dari Bank Indonesia yang difasilitasi oleh Distanak Kukar.

Bantuan tersebut, kata dia, sangat bermanfaat bagi kelompok tani sayuran yang kini berhasil membudidayakan berbagai jenis tanaman seperti cabai, sawi, dan tomat.

“Untuk distribusi hasil penen sayur mayur tersebut masyarakat kelompok tani terkadang menjualnya di luar daerah, ataupun di bawa kepasar karena sudah ada pelanggan tetapnya,” tambahnya. (Rob/Bey)