Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Waterboom Pulau Kumala Ditarget Rampung Oktober 2025, Dispar Kukar Fokus Optimalisasi Wisata Lokal

344
×

Waterboom Pulau Kumala Ditarget Rampung Oktober 2025, Dispar Kukar Fokus Optimalisasi Wisata Lokal

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Destinasi wisata Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), tengah bersiap menghadirkan wahana baru berupa waterboom.

Proyek yang mulai dibangun sejak 2023 itu sejatinya ditargetkan rampung pada tahun ini. Namun hingga pertengahan 2025, pengerjaannya masih belum selesai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan yang membuat penyelesaiannya mengalami keterlambatan.

“Sebenarnya tahun 2025 ini sudah bisa difungsikan, tapi memang ada beberapa kendala pengerjaan sebelumnya, juga ada beberapa perubahan. Jadi sekarang masih dalam proses,” ujar Arianto saat dikonfirmasi, pada Rabu (21/05/2025).

Kendati demikian, ia optimistis proyek ini dapat selesai dalam waktu dekat, paling lambat bulan Oktober bisa selesai. Sehingga, Arianto menambahkan, ketika jelang liburan akhir tahun, masyarakat sudah dapat menikmati wahana waterboom tersebut.

Lebih lanjut, Dirinya juga bilant, wahana waterboom tersebut dirancang tidak hanya sebagai kolam renang biasa. Di dalamnya akan terdapat kolam arus dan berbagai permainan air yang diklaim masih jarang dijumpai di tempat wisata lain di Kukar.

“Di sana akan ada waterboom, kolam arus, dan wahana-wahana yang mungkin masih jarang kita temui di tempat lain di daerah kita. Nantinya juga akan ditambah taman-taman yang sudah ada, sehingga semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik,” jelas Arianto.

Disis lain, selain Pulau Kumala, kata dia, Dispar Kukar juga menaruh perhatian pada optimalisasi Waduk Panji sebagai salah satu destinasi wisata lokal.

Ia menyebutkan, pengembangan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan realistis agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita mulai dari yang dekat-dekat dulu, kita optimalkan secara bertahap. Tidak boleh hanya punya rencana besar tapi tidak bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Terakhir, Ia juga menekankan arahan dari pimpinan agar pengembangan sektor pariwisata tidak terjebak dalam mimpi besar yang sulit diwujudkan.

“Jangan bermimpi terlalu besar kalau tidak bisa direalisasikan. Kerjakan yang kecil-kecil tapi memberi manfaat dan terlihat hasilnya,”pungkasnya. (Rob/Bey)