Timeskaltim.com, Kukar – Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu lalu memicu bencana tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah berada di RT 03, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, di mana sebanyak 14 rumah warga dilaporkan terdampak longsor.
Kondisi tersebut menyisakan trauma mendalam bagi warga. Ketakutan akan longsor susulan kini membayangi kehidupan sehari-hari. Tak sedikit warga yang memilih meninggalkan rumah mereka saat malam hari demi keselamatan.
“Kami tidak tidur di rumah kalau malam. Kalau siang hari baru balik lagi. Takut tanah ini longsor lagi mengenai rumah,” ujar Baim (30), salah satu warga yang rumahnya berada tepat di titik terdampak, saat ditemui belum lama ini.
Kejadian itu pula menyebabkan putusnya akses utama warga, yakni jalan Gang Swadaya, yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas masyarakat dan tempat anak-anak bermain. Kini jalan tersebut tertimbun tanah dan pepohonan.
“Padahal rencananya tahun ini jalan itu mau diperlebar, tapi malah tertimbun longsor,” tutur Baim.
Tak jauh dari rumah Baim, kerusakan parah juga dialami oleh rumah milik kakaknya, Dahniar. Longsor yang berasal dari pergerakan tanah di bawah bukit menyebabkan bagian belakang rumah terdorong hingga dinding rumah retak. Bahkan satu unit mobil dan sepeda motor milik Dahniar ikut tertimbun dan tergelincir masuk ke dalam rumah.
“Iya, tanahnya bukan turun dari atas, tapi dari bawah. Ngedorong rumah. Pilar-pilarnya retak. Mobil dan motor ketimbun, tapi alhamdulillah orangnya selamat,” jelas Baim.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, empat warga RT 03 dilaporkan mengalami luka-luka karena tak sempat menyelamatkan diri tepat waktu. Hingga kini, trauma dan kekhawatiran terus menghantui warga, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Kalau takut? Ya pasti takut. Bisa longsor lagi nih kapan aja. Bisa aja rumah lain kena lagi,” ucap Baim, menegaskan kecemasan warga.
Sejauh ini, warga mengaku baru satu kali mendapat kunjungan dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk meninjau lokasi. Sementara untuk upaya pembersihan material longsor, warga terpaksa bergotong royong secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
“Kami pinjam mesin pemotong kayu sendiri, potong-potong kayu yang menimpa jalan dan rumah,” imbuh Baim.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan dengan aksi nyata, bukan hanya rapat dan wacana. Menurutnya, penanganan cepat sangat diperlukan demi keselamatan dan ketenangan warga yang kini hidup dalam kondisi was-was.
“Kami minta cepat ditangani lah, jangan kebanyakan rapat-rapat saja. Warga butuh action-nya,” pungkasnya. (Rob/Bey)










