Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Aris Mulyanata Sesalkan Tindakan Represif Aparat terhadap Mahasiswa saat Aksi Penggusuran Pasar Subuh

274
×

Aris Mulyanata Sesalkan Tindakan Represif Aparat terhadap Mahasiswa saat Aksi Penggusuran Pasar Subuh

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata saat diwawancarai usai RDP. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, menyayangkan tindakan represif yang diduga dilakukan aparat terhadap mahasiswa dalam aksi unjuk rasa terkait penggusuran Pasar Subuh.

Peristiwa itu terjadi saat sejumlah mahasiswa turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap relokasi pedagang yang dilakukan oleh pemerintah kota.

“Sangat disayangkan, ya. Mungkin karena panasnya suasana saat itu, tapi sebenarnya hal-hal seperti itu tidak kita inginkan,” kata Aris saat dimintai tanggapan usai RDP bersama paguyuban pedagang Pasar Subuh, Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, mahasiswa memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan aspirasi, terlebih dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan publik seperti relokasi pasar.

“Mahasiswa menyuarakan hak aspirasi mereka, itu adalah bagian dari demokrasi. Mereka menyuarakan tindakan yang terjadi pada saat peristiwa relokasi di Pasar Subuh. Itu tidak boleh direspons dengan kekerasan,” tegasnya.

Aris mengingatkan bahwa Samarinda mengusung semangat sebagai ‘kota peradaban’, sehingga segala bentuk penyelesaian konflik seharusnya mengedepankan nilai-nilai dialog dan kemanusiaan.

“Kita ini sama-sama rindu kota peradaban. Jadi tindakan yang mencederai nilai-nilai itu seharusnya tidak terjadi. Mahasiswa itu mitra kritis, bukan musuh,” tandasnya.

Ia berharap ke depan, semua pihak, terutama aparat di lapangan, dapat menahan diri dan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi aksi-aksi penyampaian pendapat di muka umum. (Adv/Bey)