Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Damayanti: Jangan Jadi Budak Teknologi, Anak Muda Harus Punya Kemauan

449
×

Damayanti: Jangan Jadi Budak Teknologi, Anak Muda Harus Punya Kemauan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, saat ditemui usai Sosialisasi MPR RI di Samarinda. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam arus teknologi yang bisa menumpulkan semangat dan melemahkan produktivitas.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan MPR RI bertempat di Yen’s Delight Coffee pada Selasa (13/5/2025) malam, yang melibatkan pelajar dan mahasiswa di Samarinda.

Dalam sambutannya, Damayanti menyoroti fenomena menurunnya semangat belajar di kalangan anak muda akibat terlalu larut dalam penggunaan teknologi secara tidak bijak.

Dirinya secara lugas menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif, bukan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.

“Ini adalah kesempatan saya untuk memberi semangat kepada kalian. Sepuluh tahun ke depan, kalianlah yang akan menggantikan posisi kami. Tapi harus punya kemauan. Jangan hanya jadi penonton TikTok lalu rebahan di kamar,” tegasnya.

Menurut Damayanti, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan hanya pada aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga pada bagaimana mereka menyikapi derasnya arus informasi dan budaya asing yang masuk melalui platform digital.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi, memperluas wawasan, serta meningkatkan literasi membaca agar tidak mudah terbawa arus budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Teknologi itu ada sisi positif dan negatifnya. Kalau positif, manfaatkan. Tapi kalau negatif, harus dihindari. Jangan jadi budak teknologi, apalagi hanya sekadar ikut-ikutan tren yang tidak mendidik. Perbanyak membaca, kembangkan diri,” ujarnya.

Damayanti juga menyampaikan bahwa wajah Indonesia lima tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.

Oleh karena itu, ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk mulai membangun karakter, semangat belajar, serta kemauan untuk menjadi pemimpin masa depan.

“Jangan sampai kalian hanya menjadi generasi pengikut. Jadilah generasi pemimpin. Dan itu semua dimulai dari niat dan usaha yang sungguh-sungguh sejak sekarang,” pungkasnya. (Bey)