Timeskaltim.com, Kukar – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Lestari menyebutkan ritual atau tradisi Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan wujud nyata dari budaya gotong royong.
Diketahui, Nutuk Beham ritual Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil, merupakan kegiatan yang terus dilakukan setiap tahunnya. Agenda ini merupakan salah satu warisan nenek moyang warga setempat sebagai, ungkapan rasa syukur masyarakat pada saat permulaan musim panen raya.
Dalam ritual Nutuk Beham sendiri, para masyarakat telah menumbuk padi ketan muda atau padi muda yang siap dipanen, selama tiga hari.
“Nilai gotong royong dalam tradisi ini sangat luar biasa. Saya melihat makan bersama tidak pernah habis selama berhari-hari. Ini adalah bentuk nyata dari budaya masyarakat Desa Kedang Ipil yang masih sangat kuat dan hidup,” ungkap Lestari saat mengunjungi prosesi Nutuk Beham, pada Sabtu (12/05/2025) lalu.
Ia menyebutkan, kegiatan ini lebih dari sekadar ritual panen, Nutuk Beham kini menjadi lambang ketahanan sosial dan kebanggaan masyarakat setempat.
Tradisi ini diyakini sebagai cara masyarakat Desa Kedang Ipil menjaga hubungan antargenerasi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak muda.
“Saya berharap prosesi ini terus dipertontonkan ke generasi muda. Karena di dalam Nutuk Beham, terkandung semangat gotong royong dan kearifan lokal yang harus kita lestarikan,” tambah Lestari.
Ia pun menekankan, pentingnya menjadikan tradisi seperti Nutuk Beham sebagai bagian dari pendidikan budaya, agar tidak lekang oleh waktu dan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat modern.
“Semoga tradisi ini tidak akan pudar. Ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari jati diri masyarakat Desa Kedang Ipil,” pungkasnya. (Rob/Bey)










