Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Kukar, Akses Samarinda-Tenggarong Terganggu

567
×

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Kukar, Akses Samarinda-Tenggarong Terganggu

Sebarkan artikel ini
Longsor di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, Loa Duri, Kecamatan Loa Janan, pada Senin (12/05/2025). (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak dini hari, Senin (12/05/2025), menyebabkan sejumlah bencana alam di beberapa titik strategis.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar mencatat, terdapat empat titik bencana, yang terdiri dari tiga lokasi tanah longsor dan satu kawasan yang terdampak banjir.

Tanah longsor terpantau terjadi di kawasan Jalan Poros penghubung Samarinda-Tenggarong, tepatnya di perbatasan Desa Loa Janan Ulu dengan Desa Loa Duri Ilir.

Longsor juga terjadi di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, serta di perbatasan antara Loa Kulu Kota dan Desa Jembayan. Sementara itu, banjir merendam wilayah Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kukar, Abdal, menyebut bahwa hujan deras disertai angin kencang mulai mengguyur hampir seluruh wilayah Kukar sejak pukul 03.30 WITA. Kecamatan Loa Janan dan Loa Kulu menjadi daerah yang paling terdampak, karena sebagian besar desa di kawasan ini berada di lereng dan bantaran sungai.

“Sejak pagi kami langsung mengerahkan personel kebencanaan ke lokasi kejadian, dilengkapi dengan peralatan evakuasi dan pemasangan baliho peringatan,” ujar Abdal dalam keterangannya.

Ia juga mengatakan, pihak BPBD Kukar juga melakukan koordinasi cepat dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, serta sejumlah instansi teknis lainnya. Dan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, turut dilibatkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas demi mencegah kemacetan dan menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Koordinasi juga kami lakukan dengan Polsek dan Koramil Loa Janan untuk pengamanan di lokasi, serta PLN untuk penanganan jaringan listrik yang terdampak,” jelas Abdal.

Lebih lanjut, Abdal mengatakan, longsor di lokasi ini mengakibatkan sebagian besar badan jalan tertutup material tanah dan bebatuan, sehingga akses dari dan menuju Samarinda maupun Tenggarong sangat terganggu.

Terakhir, dirinya mengimbau, masyarakat yang akan bepergian dari Samarinda ke Tenggarong, atau sebaliknya, agar sementara waktu mencari jalur alternatif.

“Situasi di lokasi masih sangat berbahaya untuk dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” pungkasnya. (Rob/Bey)