Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & PeristiwaSamarinda

Subuh Berdarah di Samarinda: Motif Dendam dan Narkoba di Balik Aksi Penembakan Brutal Terhadap DI

898
×

Subuh Berdarah di Samarinda: Motif Dendam dan Narkoba di Balik Aksi Penembakan Brutal Terhadap DI

Sebarkan artikel ini
Situasi saat konferensi pers oleh Kapolda Kaltim. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda — Tragedi penembakan yang menewaskan DI (35) pada Minggu dini hari (4/5/2025) di Jalan Imam Bonjol, Samarinda, diduga dilatarbelakangi oleh motif balas dendam. Selain itu, kepolisian juga mengembangkan penyelidikan terkait dugaan keterkaitan kasus ini dengan jaringan narkoba.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, dalam konferensi pers pada Senin (5/5/2025), mengungkapkan bahwa sembilan orang berhasil diringkus dan diduga terlibat dalam pembunuhan berencana ini. Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda.

“Pelaku eksekutor, yaitu Ijul, tidak mengenal korban secara pribadi. Ia hanya bertindak berdasarkan petunjuk dari pelaku lain berinisial U, yang menunjukkan posisi korban saat kejadian berlangsung,” jelas Endar.

Adapun para pelaku yang telah diamankan adalah Fatur alias Fatui, Ijul, Law, Ula, Sugeng, Satar Maulana, Aril, Wawan, dan Endos. Menurut polisi, Ijul adalah eksekutor utama, sementara yang lainnya bertugas memantau lokasi, mendukung logistik, dan menyusun rencana penyerangan.

Perencanaan Matang dan Eksekusi Dini Hari

Pembunuhan ini diduga telah direncanakan sejak malam sebelumnya. Fatur lebih dahulu tiba di lokasi hiburan malam di Jalan Imam Bonjol sekitar pukul 23.00 Wita untuk memantau keberadaan korban. Ketika istri korban tiba, Fatur segera menghubungi rekan-rekannya yang sedang berada di kawasan Jalan Mulawarman.

Sekitar pukul 03.00 Wita, korban datang menjemput istrinya. Tim pendukung yang terdiri dari Satar, Ula, Sugeng, Aril, Law, dan Endos segera bersiaga. Eksekutor Ijul sudah berada di sekitar lokasi, siap melaksanakan aksinya.

Pada pukul 04.15 Wita, korban keluar dari tempat hiburan dan berjalan menuju toko ban mobil Dermaga Jaya. Di saat itu, Ijul yang mengenakan atribut ojek online mendekati korban dengan sepeda motor.

Ia menembak korban dari jarak sekitar satu meter sebanyak lima kali. Setelah memastikan korban tewas, Ijul melepaskan satu tembakan ke udara sebagai tanda misi telah selesai.

Korban meninggal di tempat setelah peluru mengenai bagian dada kiri. Hasil visum menyatakan kematian disebabkan luka tembak fatal.

Kepolisian kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor yang digunakan pelaku, atribut ojek online, dan senjata api jenis revolver yang digunakan dalam eksekusi. Setelah melakukan aksinya, Ijul membuang atribut di Sungai Mahakam dan menyembunyikan sepeda motor di kawasan Palaran.

Senjata api yang digunakan diberikan kepada Aril, yang kemudian menguburnya di kawasan Jalan P U, Baqa, Samarinda Seberang. Polisi berhasil menemukan senjata beserta amunisi dan selongsong peluru di lokasi tersebut.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut. Pihaknya juga melibatkan unit reserse narkoba untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan peredaran narkoba.

“Kami belum bisa menyimpulkan sepenuhnya, tetapi indikasi keterlibatan narkoba cukup kuat. Kami imbau masyarakat untuk melaporkan jika memiliki informasi terkait,” kata Hendri.

Hingga kini, tiga pelaku telah ditangkap pada malam sebelumnya, termasuk Ijul yang ditangkap Senin pagi. Polisi masih mendalami latar belakang para pelaku, termasuk kemampuan Ijul dalam menggunakan senjata api.

“Eksekutor ini bukan pecatan dari TNI atau Polri, tapi kami masih mendalami dari mana ia mendapatkan keterampilannya. Senjata yang digunakan juga sedang ditelusuri asal-usulnya oleh tim laboratorium forensik,” tutup Hendri. (Has/Bey)