Timeskaltim.com, Samarinda – Sejumlah pengendara motor dan mobil di Samarinda mengalami mogok massal setelah mengisi bahan bakar di beberapa SPBU di Kota Samarinda.
Dugaan sementara mengarah pada perubahan kualitas Pertamax akibat oplosan Pertamax dengan Pertalite oleh oknum Pertamina yang menyebabkan fuel pump kendaraan mengalami kerusakan.
Salah satu pengendara yang terkena dampaknya adalah Ani (46), warga Samarinda, yang mengalami kejadian ini setelah tak berselang lama mengisi bensin untuk motornya di SPBU Juanda pada Kamis (27/3/2025) malam.
“Kemarin malam belinya di SPBU Juanda oleh suami saya, gak pernah beli ecer, temen saya juga ada beli di SPBU Sempaja, kami sama beli Pertamax, niatnya mau rawat mesin malah jadi rusak,” ujar Ani saat dikonfirmasi di Dealer Honda, Jumat (28/3/2025) pagi.
Padahal, Ani mengaku jika motor miliknya dengan model Honda Vario 160 tersebut baru ia beli empat bulan yang lalu, namun, mirisnya harus bertandang ke dealer usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Ketika diperiksa di bengkel, fuel pump motornya diketahui mengalami kerusakan. Ani bilang, belum mengetahui berapa biaya perbaikannya dikarenakan motornya masih dalam proses perbaikan.
Namun, teman Ani yang mengalami kejadian serupa harus mengganti fuel pump dengan biaya sekitar Rp1 juta.
“Motornya tiba-tiba sendat-sendat seperti kehabisan bensin, padahal saya baru isi full di SPBU Juanda semalam. Paginya motor saya mogok dan harus dibawa ke dealer untuk diperiksa,” kata Ani saat diwawancarai.
Di dealer resmi Honda, mekanik Yusuf (34) membenarkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, banyak kendaraan masuk dengan masalah serupa.
“Hancur sih enggak, tapi saringannya rusak. Ini lagi ramai di dealer karena banyak motor masuk dengan masalah yang sama,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah kerusakan ini bisa disebabkan oleh bahan bakar, Yusuf menduga kuat bahwa penyebabnya adalah kualitas Pertamax yang buruk.
“Iya, karena Pertamax jelek. Hari ini saja lebih dari 20 motor masuk dengan keluhan yang mirip mogok setelah isi bensin,” tambahnya.
Menurut Yusuf, fuel pump yang rusak biasanya disebabkan oleh bahan bakar yang tidak bersih atau tercampur dengan zat lain yang merusak komponen di dalamnya. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak lebih luas dan merugikan banyak pengendara.
Sebagai langkah pencegahan, Yusuf menyarankan pengendara untuk sementara waktu menghindari penggunaan Pertamax hingga ada kejelasan terkait kualitas bahan bakar.
“Kalau saran saya, jangan pakai Pertamax dulu sampai berita ini benar-benar jelas,” tandasnya. (Bey)












