Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Lorong Pasar Ramadan 2025 di Kukar Dibuka, Wadah Untuk Berburu Kuliner

450
×

Lorong Pasar Ramadan 2025 di Kukar Dibuka, Wadah Untuk Berburu Kuliner

Sebarkan artikel ini
Bupati Kukar, Edi Damansyah saat meresmikan pembukaan lorong pasar Ramadah. (Roby Sugiarto / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Menyambut hari pertama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali membuka Lorong Pasar Ramadan 2025 di area Masjid Agung Sultan Sulaiman dan depan Kedaton, pada Sabtu (01/03/2025) jelang berbuka puasa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar Ramadan ini langsung diserbu warga, terutama masyarakat Kecamatan Tenggarong, yang antusias berburu takjil dan berbagai hidangan khas Ramadan.

Dengan jumlah pedagang yang mencapai lebih dari 200, suasana semakin ramai dibanding tahun sebelumnya. Apalagi, tahun ini lorong pasar Ramadan dibentuk dengan pola huruf U, memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

Dari pantuan Timeskaltim.com, Lorong Pasar Ramadan 2025 ini benar-benar memanjakan lidah. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal menjajakan dagangannya dengan berbagai sajian, mulai dari makanan khas daerah hingga makanan kekinian yang menggoda selera. Tak heran jika warga semakin bersemangat berburu menu berbuka puasa di sini.

Suasana lorong pasar Ramadan 2025 di depan area Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong. (Roby/Times Kaltim)

Lorong Pasar Ramadan ini juga dibuka secara resmi dengan ditandainya dengan menepuk rebana oleh, Bupati Kukar, Edi Damansyah. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa kawasan ini bisa tertata dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah, di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman, Jalan Kartanegara, dan Kedaton ini bisa kita tata dengan baik, sehingga menjadi kawasan khusus wisata kuliner di bulan suci Ramadan ini,” ujar Edi Damansyah.

Beliau juga menegaskan bahwa keberadaan Lorong Pasar Ramadan ini menjadi peluang besar bagi para UMKM lokal untuk meningkatkan penghasilan mereka. Tahun lalu, perputaran ekonomi di pasar Ramadan Kukar bahkan mencapai 30 miliar rupiah.

Di tengah kesibukan berjualan dan berburu kuliner, orang nomor satu di Kukar itu juga mengingatkan, agar masyarakat tetap fokus meningkatkan ibadah selama bulan suci ini.

“Jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan ibadah kita, baik ibadah wajib, sunnah, maupun ibadah sosial,”pesannya. (Rob/Bey)