Timeskaltim.com, Samarinda – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyatakan kesiapannya untuk merelokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun anggaran 2025.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025.
Kepada awak media, Akmal Malik menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan patuh terhadap arahan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, Inpres tersebut menitikberatkan pada efisiensi anggaran, terutama dalam hal perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak berkontribusi signifikan terhadap capaian kinerja.
“Beliau (Presiden) mungkin melihat masih banyak penggunaan anggaran yang kurang tepat sasaran, khususnya dalam perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak berdampak langsung pada kinerja,” ujar Akmal kepada Timeskaltim.com, Kamis (6/2/2025) malam.
Akmal menambahkan bahwa kebijakan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dalam mengelola anggaran secara lebih tepat sasaran.
“Kami menginginkan kinerja yang terukur. Artinya, setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Akmal, Pemprov Kaltim akan berkomitmen menyesuaikan proporsi anggaran sesuai arahan Presiden, mulai dari perjalanan dinas hingga penyelenggaraan rapat instansi di daerah.
“Pada dasarnya, perjalanan dinas itu bertujuan untuk mendukung kinerja. Jadi, buat apa perjalanan dinas yang tidak memiliki dampak kinerja yang jelas dan tidak terukur?” ujarnya.
Di akhir wawancara, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini menegaskan bahwa kegiatan perjalanan dinas dan pendukung lainnya harus benar-benar berorientasi pada peningkatan kinerja.
“Tidak semua kegiatan harus dilakukan dengan perjalanan dinas. Sekarang sudah banyak pendekatan virtual yang bisa dimanfaatkan. Teknologi sudah maju, jadi kita harus bisa menyesuaikan,” pungkasnya. (Has/Bey)












