Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
BalikpapanDaerahDPRD Kaltim

Damayanti Gelar Penguatan Demokrasi Daerah di Kelurahan Gunung Sari Ulu

441
×

Damayanti Gelar Penguatan Demokrasi Daerah di Kelurahan Gunung Sari Ulu

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Damayanti saat gelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daera.

Timeskaltim.com, Balikpapan – Ketua Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur , Damayanti, gelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) di Kelurahan Gunung Sari Ulu Kecamatan Balikpapan Tengah, Minggu (25/1/2025). 

Dalam kegiatan tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak masyarakat untuk memahami lebih dalam tentang makna demokrasi dan peran legislatif dalam pemerintahan.

“Demokrasi bukan sekedar soal memilih pemimpin pada saat pemilu, tapi juga tentang bagaimana rakyat memegang peranan utama dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan daerah,” ujar Damayanti.

Damayanti menjelaskan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan rakyat. Dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik melalui pemilu maupun melalui suara dalam berbagai forum.

Ia juga memaparkan tiga elemen penting dalam demokrasi yang harus dipahami masyarakat. Pertama, Keterlibatan Masyarakat sebagai pemilik hak untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan. Partisipasi aktif ini menjadi landasan utama dalam sistem demokrasi. Kedua, Kebebasan Berpendapat. Setiap individu bebas menyampaikan pendapat dan ide tanpa takut akan memilih.

“Kebebasan ini adalah hak fundamental yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Suasana kegiatan Penguatan Demokrasi Darah Oleh Anggota DPRD Kaltim, Damayanti

Ketiga, Kesetaraan. Semua suara dianggap sama, tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya.

“Dalam demokrasi, tidak ada yang lebih penting dari yang lain. Semua warga negara memiliki hak yang sama,” tambahnya.

Kemudian Damayanti juga menyoroti perjalanan demokrasi di Indonesia sejak era reformasi pada tahun 1998. Ia menyebutkan bahwa reformasi membawa perubahan besar, seperti kebebasan pers, otonomi daerah, dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

“Perubahan ini menjadi landasan penting bagi kehidupan demokratis kita. Demokrasi bukan hanya memberi kita kebebasan, tetapi juga tanggung jawab untuk aktif berkontribusi,” bebernya.

Bagi masyarakat, pemahaman ini dinilai sangat penting. Dengan demokrasi yang kuat, warga negara dapat memastikan suara mereka didengar dan kebutuhan mereka diperjuangkan.

“Semua berawal dari masyarakat. Ketika masyarakat menyetujuinya, demokrasi menjadi lebih kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Damayanti yang hadir langsung dihadapan konstituennya ini memang bukan sekedar memberi wawasan, namun juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam membangun demokrasi yang sehat dan inklusif.

Sebagai wakil rakyat, Damayanti berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kesejahteraan mereka melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat.